Tampilkan postingan dengan label SDN Susukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDN Susukan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

Lili dan Ais, UN Matematika Nilai 100


Pemalang, hariandialog.com/Dialog (Kamis 4 - Rabu 10 Juli 2013/Tahun XIV Nomor 714) - Ujian Nasional (UN) bagi anak sekolah dasar merupakan momok tersendiri, bahkan ada yang nerves dalam menghadapinya, apalagi mata pelajaran matematika. Lain halnya dengan Nur Afnita Amalia (Lili) dan Aisyah Melati Kartika (Ais) kelas enam SD Negeri 03 Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah mengukir prestasi di UN tahun pelajaran 2012/2013 ini mata pelajaran matematika mendapat nilai seratus.
          “Hal ini baru pertama kali terjadi di sekolah kami UN Mematika mendapat nilai seratus. Lili pada try out UN yang lalu juga dapat nilai 100 untuk matematika. Prestasi Lili dan Ais kali sangat membanggakan baik di dunia pendidikan, sekolah, dan keluarga. Peringkat siswa berdasarkan hasil UN Murni jenjang SD/MI Kecamatan Comal tahun ini SDN 03 Susukan atas nama Aisyah Melati Kartika (sebagai rangking satu jumlah nilai UN 28,85), Nur Afnita Amalia (rangking dua nilai UN 28,35), Ragil Tri Hendrawan (rangking enam nilai UN 27,65), dan Joko Prasojo (rangking sepuluh nilai UN 27,40)” ujar Kepala Sekolah SDN 03 Susukan, Sudirman AMa Pd.
            Untuk peringkat sekolah nilai rata-rata UN UPPK Comal tahun ini SDN 03 Susukan mendapat urutan ketiga (III) dengan nilai rata-rata 8,54 setelah SDN 02 Gedeg (I) nilai rata-rata 8,85 dan SDN 04 Susukan (II) nilai rata-rata 8,72, dari jumlah 58 SDN yang ada di Kecamatan Comal dengan tingkat kelulusan 100 persen dari total 1490 peserta anak didik kelas enam, lanjut Sudirman.
           Disinggung tentang guru kelas enam Krismiyanti AMd Pd yang bukan guru PNS, Sudirman menjelaskan, memang saya sengaja mengambil langkah nekad, salah dan penuh resiko. Dalam artian, pertimbangan saya adalah hanya untuk meningkatkan mutu dan kualitas anak didik kelas enam. Tidak ada tjuan lain. Alhasil nilai kelulusan kali ini terbukti sangat menggembirakan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
           “Teguran dari Pengawas Sekolah (PS) pun sudah kami terima. Ke depan akan saya kembalikan ke prosedur petunjuk pelaksanaan pengajaran yang baku yakni guru kelas enam harus yang sudah PNS (tidak boleh wiyata bhakti). Masalah mutu anak didik nanti Opo Gebrake-lah,di satu sisi saya mengutamakan mutu dan kualitas anak didik akan tetapi disisi lain saya melanggar prosedur pengajaran yang ada. Jadi serba salah,” jelas Sudirman pada Dialog.
           Terpisah, Pengawas Sekolah (PS) Supriyono SPd dalam pelepasan siswa SDN 03 Susukan mengatakan, “Nilai seratus berarti di dalam mengerjakan soal test UN tidak ada kesalahan satu pun. Ini luar biasa. Oleh karena itu sistem pengajaran yang dilaksanakan di sini harus tetap dipertahankan agar SDN 03 Susukan selalu berprestasi. Hal ini bermanfaat sekali bagi anak didik yang bersangkutan dalam melanjutkan jenjang sekolah lanjutan.” (look)

Selasa, 25 Juni 2013

Dana BOS Disodakohkan ke Warga


Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Dalam rangka merekrut siswa baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kepsek SDN 02 Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah telah membuat kebijakan baru dengan cara yang tidak lazim dilakukan yakni ala Pilkades (money politic) bagi-bagi duit jauh-jauh hari sebesar lima puluh ribu rupiah untuk warga setempat atau bakal calon wali murid tersebut.
Disinyalir, dari sumber yang tidak mau disebut namanya, duit yang telah dibagi-bagikan ke warga tersebut adalah duit dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh karena Dana BOS belum keluar saat itu maka sementara waktu ditalangi oleh salah satu oknum guru inisal Sa yang nantinya duit tersebut akan ditutup dengan Dana BOS. Selain uang lima puluh ribu rupiah juga dibagi seperangkap seragam sekolah secara cuma-cuma dan juga kaos olahraga. Bahkan oleh warga sekitar, oleh karena kejadian tersebut, warga sampai berasumsi bahwa duit BOS SDN 02 Susukan berlimpah-limpah akhirnya disodakohkan ke masyarakat sekitar dengan tujuan merekrut siswa baru.
“Berarti duit BOS jumlahnya banyak dong dan turah-turah mereh, buktinya dibagi-bagi ke masyarakat sekitar agar warga yang punya anak usia sekolah nantinya mau mendaftarkan ke SDN 02 Susukan,” ujar SL salah satu bakal calon wali murid yang menerima cepretan sodakoh Dana BOS tersebut, bulan yang lalu sebelum musim pendaftaran tiba. Hal senada juga dibenarkan oleh 22-an warga yang telah menerima bingkisan sodakoh tersebut.
Penyimpangan pelaksanaan penggunaan Dana BOS seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Ini jelas melanggar Juklak dan Juknis pelaksanaan Program BOS Pusat. Apalagi katanya, kasus seperti sudah berjalan tiga tahunan.
Kepsek SDN 02 Susukan Wasismo SPd dan/atau Sa belum bisa dikonfirmasi kemarin Selasa (25/6) sampai berita ini diturunkan. Kompetisi tidak sehat seperti ini dipastikan akan berjalan terus dan semakin seru jika tidak ada penanganan secara urgen. Mengimbas ke Kepsek SDN 01 Susukan Sudirman AMa Pd yang areal gedung sekolahnya dalam satu pagar pun juga ikut membagi-bagikan seratus ribu ke warga dalam rangka Kompetisi PPDB, ujarnya pada Dialog. “Kalau tidak mengikuti SDN 02 kami tidak tidak punya murid (red. punya murid tapi sangat sedikit),” ujarnya pada Dialog.(kukuh/look)

Senin, 17 Juni 2013

Bagi-Bagi Duit untuk PSB


Pemalang, Dialog – Dalam rangka merekrut dan Penerimaan Siswa Baru (PSB), Kepsek (Kepala Sekolah) SDN 01 Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Sudirman AMa Pd telah membuat kebijakan baru dengan cara Ala Pilkada atau Pilkades (money politic) bagi-bagi duit sebesar seratus ribu rupiah untuk warga setempat atau kepada bakal calon wali murid.
Duit yang dibagikan ke warga tersebut adalah duit dari iuran guru yang memperoleh sertifikasi, oleh karena dana BOS tidak boleh digunakan untuk keperluan tersebut. Pembagian duit seratus ribu ini dilakukan mendesak agar PSB di SDN 01 Susukan nanti mendapatkan siswa. Sampai berita ini diturunkan SDN 01 Susukan baru memperoleh tujuh calon siswa. 
Hal ini dilakukan sebab sekolah dasar yang bersebelahan yakni SDN 02 Susukan telah terlebih dahulu membagikan duit sebesar lima puluh ribu rupiah plus seperangkap seragam sekolah secara cuma-cuma dan juga kaos olah raga. Sampai hari ini SDN 02 Susukan sudah merekrut tiga puluh lima calon siswa. Bahkan oleh warga sekitar, oleh karena kejadian tersebut, warga sampai berasumsi bahwa duit BOS berlimpah akhirnya di-sodakoh-kan ke masyarakat sekitar dengan tujuan untuk merekrut siswa baru.
“Ini murni duit iuran dari guru kami yang sudah memperoleh sertifikasi mengajar. Kebijakan sekolah seperti ini sudah kami disepakati bersama guru yang terkait. Kami tahu aturan Juklak dan Juknis penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Itu penyimpangan dan melanggar jika dibagi-bagi ke masyarakat secara cuma-cuma, apalagi untuk merekrut (red. kampanye) siswa baru. Kami punya motto, Berpacu dalam Prestasi, jika toh tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar, ya tidak masalah. Kami tetap kembali komitmen pada motto Berpacu dalam Prestasi,bukan ramai-ramai rebutan siswa baru,” ujar Sudirman pada Dialog (13/5) di kantornya.
Tentang kekurangan siswa pada saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) sudah dilaporkan kepada Pengawas Sekolah dan Dinas terkait. Pernah, jumlah siswa kelas satu sampai kelas enam cuma berjumlah delapan puluh tiga siswa saat pertama kami dinas di SDN 01 Susukan pada tahun 2009. Alhamdulillah sekarang tahun 2013 siswa kami sudah mencapai seratus sebelas. Kompetisi seperti ini bisa dipastikan akan berjalan terus menerus sebelum ada kebijakan baru dari Dinas. Harus ada semisal pembagian wilayah kerja per RT atau per RW diwajibakan masuk ke SD tertentu (SDN 01 atau SDN 02). Dan ditolak jika masuk ke SD tertentu karena di luar wewenangnya, kecuali ada alasan tertentu baru bisa diterima. Jadi tidak ada perekrutan yang tidak sehat lagi dengan membagi-mbagikan duit kayak acara menjelang pilkada dan pilkades saja, lanjutnya pada Dialog. (look)

Jumat, 07 Juni 2013

Try Out, Lili dapat Nilai 100 Matematika

Pemalang, Dialog – Belum lama ini dilaksanakan Tryout Ujian Nasional (UN) Tingkat Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Nur Afnita Amalia yang akrab dipanggil Lili’ mendapat nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika. Itu artinya dalam mengerjakan soal jawab tidak ada kesalahan satu pun oleh siswi tersebut.
            Siswi kelas 6 SD Negeri Susukan 03 Comal ini prestasinya memang tidak disangsikan lagi. Dari kelas satu sampai kelas enam selalu mendapat rangking satu di kelasnya. Lili’ yang mungil, kenes, ceria dan cantik kelahiran tanggal 20 September 2000 ini adalah putra Bapak Slamet Kartono dan Ibu Sudiharti, Desa Susukan RT.004 RW.004 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, anak ketiga dari tiga bersaudara.
“Prestasi Lili’ sangat menggembirakan bagi kami selaku kepala sekolah dan staf pengajar di sini. Harus dipertahankan prestasinya hingga menjelang pelaksanaan UN nanti. Nilai tryout seratus saat ini pun sudah istimewa untuk tingkat Kecamatan Comal. Tidak mudah setiap anak didik mendapat nilai tertinggi seperti Lili’ untuk bidang mata pelajaran yang sering dijadikan momok oleh setiap siswa siswi,” ujar Sudirman, AMa.Pd. kepala SD Negeri 03 Susukan Comal.
Untuk memperoleh nilai tinggi tersebut tidak mudah. Pihak sekolah telah mengadakan kurikulum atau program tambahan yaitu les di sore hari diluar jam sekolah untuk mata pelajaran tertentu yang dipandang perlu, khususnya untuk kelas enam, ujar Krismiyanti, AMd.Pd. yang guru kelas 6 sekolah Lili’.
Diharapkan, tambahnya, dalam menghadapi Ujian Sekolah (US) atau pun Ujian Nasional (UN) anak didik biar lebih siap dan tidak grogi atau nerves. Biasanya UN ini sangat ditakuti oleh semua siswa siswi baik yang sudah mempersiapkan diri ataupun belum mempersiapkan secara matang mental dan belajarnya.
Sekolah Dasar Negeri 03 Susukan NIS.101032712013 yang beralamat di Desa Susukan Tunggul, Kecamatan Comal, siswanya saat ini berjumlah 164 (pa/pi) dan untuk kelas enam hanya 28 anak didik, alhasil bisa meraih nilai tertinggi. Sangat menggembirakan bagi pihak sekolah maupun wali murid.
Sedangkan prestasi lain Lili’ pernah masuk empat besar lomba Olympiade Matematika Kecamatan Comal, ketrampilan melukis dan sebagainya. Untuk prestasi sekolah yang pernah diraih juara satu ketrampilan membuat Rumah Adat tingkat Kabupaten Pemalang, Juara harapan 3 pesta siaga tingkat kecamatan, dan juara satu Tari Lutung tingkat kecamatan. (loOk)