Tampilkan postingan dengan label Warta Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Tegal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Mantan Wali Kota Tegal Dicekal


Tegal, hariandialog.com/Dialog - Mantan Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, periode 2009-2014 H Ikmal Jaya SE AK di-Cekal (Cegah dan Tangkal) ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini.
Ia mengaku kaget karena selama ini merasa kooperatif mengikuti proses hukum. Sejak ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tukar guling (ruislag) lahan di Bokong Semar, Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal tidak pergi ke mana-mana.
“Saya malah baru tahu dicekal dari Anda. Saya di rumah saja tidak ke mana-mana,” kata Ikmal kepada beberapa wartawan.
  Saya akan mematuhi semua proses hukum. Sekali lagi saya sendiri belum tahu kalau saya dicekal, tandasnya.
Dikutip kompas.comKPK meminta pihak Imigrasi mencegah Ikmal Jaya bepergian ke luar negeri, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tukar guling lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar.
KPK juga meminta Imigrasi untuk mencegah dua orang lain yakni Direktur CV Tri Daya Pratama (TDP) Syaeful Jamil dan Rudyanto dalam kasus sama. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, ketiga orang itu dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung sejak 16 April 2014. Pencegahan ini dilakukan agar ketiganya tidak berada di luar negeri ketika KPK membutuhkan keterangan.
Ikmal, selaku wali kota merangkap penasihat tim pengarah pemindahtanganan tanah milik Pemkot Tegal diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang pelaksanaan tukar guling tanah antara Pemkot Tegal dengan CV TDP pada 2012 tahun lalu.
Mantan orang nomor satu Kota Tegal, Ikmal diduga melakukan pembiaran pengalihan atas tanah yang ditetapkan untuk pembangunan kepentingan umum. Akibat tersebut negara diduga mengalami kerugian sekurangnya Rp 8 miliar. Adapun Syaeful diduga bersama-sama Ikmal melakukan perbuatan korupsi tersebut.
Pemkot Tegal menukar guling bekas tanah bengkok di Kelurahan Keturen, Kraton dan Pekauman yang luasnya sekitar 59.133 meter persegi dengan lahan di areal Bokong Semar milik pihak swasta seluas 142.056 meter persegi. Diduga ada mark up atau penggelembungan harga terkait dengan proses tukar guling itu. (look)

Tegal Siapkan Stadion Baru sebagai Tuan Rumah


Tegal,Dialog – Kota Tegal, Jawa Tengah, pada pada tahun 2017 akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Pemkot mulai berkoordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Untuk persiapan pada upacara pembukaan nanti, kami akan membuat stadion baru di Pesurungan Lor," ujar Agus Marka Poetra, Kasi Pemberdayaan Olahraga Pendidikan dan Masyarakar Kota Tegal.
Rencara untuk menampung 20-25 ribu orang tidak mungkin diselenggarakan di Stadion Lama Yos Sudarso, karena tempatnya kurang layak dan hanya menampung 3 ribu orang. Sehingga kami berencana akan membuat stadion baru, tandasnya.
Kini pihaknya tengah melakukan studi kelayakan terhadap rencana pembangunan stadion di daerah tersebut. Tiga bulan berikutnya baru akan dibuat rencana anggaran yang akan dialokasikan dan diusulkan kepada pemerintah.
Rencananya, stadion baru tersebut akan dijadikan sebagai sport centre. Akan ada beberapa cabang olahraga yang juga ditempatkan di stadion tersebut. Sehingga perencanaannya benar-benar dimantapkan sesuai dengan standar pembangunan berlaku dalam skala nasional.
Dalam penyelenggaraan lomba, rencana juga akan menumpang di Brebes dan Pemalang untuk cabang olahraga tertentu, lanjutnya, sedangkan Stadion Yos Sudarso yang sekarang juga akan dijadikan sebagai venue untuk kompetisi drumband. Tapi tempatnya belum layak. Sehingga tahun depan rencana akan akan dibangun tribun baru, setelah 2009 lalu terakhir direhab temboknya.
Menurut pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tegal, Abdul Kodir berharap PSSI Tegal bisa memiliki stadion sepakbola sendiri yang lebih bagus daripada stadion yang sebelumnya. 
Tidak peduli di mana lokasi dan berapa anggarannya," jelas Kodir.
Hal ini dimaksudkan agar sepakbola di Tegal bisa maju. Karena urusan pembuatan keputusan adalah urusan pemerintah. Kami hanya merencanakan dan melaksanakan kegiatan masing-masing cabang olahraga, lanjutnya. (look)

Selasa, 11 Maret 2014

IPM Tegal Masih Rendah



Tegal, hariandialog.com/Dialog – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih rendah, berada diurutan ke-29 dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.
Untuk itu pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan harus maksimal, ujar Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono saat melepas 188 lulusan Universitas Terbuka (UT) Kabupaten Tegal Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT) Purwokerto, di Pendapa Ki Gede Sebayu, belum lama ini.
Salah satu upaya kualitas di bidang pendidikan adalah wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun di Kabupaten Tegal harus tuntas. Tidak boleh ada anak putus sekolah. Siswa yang sudah lulus SMP didorong untuk melanjutkan ke SMK bagi yang ingin bekerja dan SMA bagi yang ingin melanjutkan kuliah, lanjut Bupati yang juga seniman dalang nyentrik ini.
“Jika perlu wajib belajar 12 tahun dituntaskan. Kita menginginkan agar pelajar di Kabupaten Tegal memiliki ketrampilan sehingga setelah lulus bisa mandiri,” tandasnya.
Keberadaan UT di Kabupaten Tegal diharapkan bisa memudahkan masyarakat Tegal untuk memperoleh akses pendidikan tinggi. Terlebih bagi masyarakat yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan perguruan tinggi, lanjutnya, pada dasarnya menuntut ilmu di UT tidak membutuhkan waktu yang lama. Sistem belajarnya juga tidak setiap hari. Ini bisa dilakukan bagi masyarakat yang sudah bekerja. Sehingga bisa menjadi alternatif belajar di perguruan tinggi secara mandiri.
Ketua Mitra Kerja UPBJJ-UT Purwokerto Pengurus Daerah Kabupaten Tegal Kushartono mengatakan, jumlah mahasiswa yang dilepas kali ini sebanyak 188 orang. Terdiri 65 orang lulusan D2 Perpustakaan, 101 orang lulusan PGSD dan sisanya dari program study lainnya, dari beberapa Pokjar antara lain Pokjar Surodadi, Kramat, Lebaksiu dan Margasari. (sisono)

Sabtu, 08 Maret 2014

Bupati Tegal Ki Enthus tetap Eksis Ndalang



Tegal, hariandialog.com/DialogMeskipun sudah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ki Enthus Susmono tetap wayangan di Klenteng Hok Ie Kiong Slawi Tegal, belum lama ini (1/3) dengan lakon Dasamuka Gugur.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini sebagai apresiasi pagelaran budaya sebagai bagian memperingati hari lahir (setjit) Dewa Bumi (Hok Tek Ceng Sin) tiap tanggal 2 bulan 2 imlek.
Dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri etnis Tionghoa, namun masyarakat sekitar pun tumpah ruah meyaksikanPak Bupoati yang lagi Ndalang. Sejak pukul 20.00 halaman klenteng dipadati pengunjung. Banyak pula etnis Tionghoa yang bekerja di luar kota saling titip salam untuk keluarganya pada pagelaran tersebut.
Ketua Panitia Imlek Klenteng Hok Ie Kiong, Slawi Tegal, Paulus Tanujaya mengatakan pagelaran wayang kulit ini sudah tahun ketiga sumbangan dari Ki Enthus dan Satria Laras.
”Sudah tiga tahun kita menghadirkan Ki Dalang Enthus. Dan kali ini meski sudah menjadi bupati tetap bersedia mendalang,” ujar Tanujaya.
Dalam peringatan imlek dan Setjit Hok Tek Ceng Sin ini memang diisi dengan berbagai kegiatan seni dan budaya. Pada pertengahan Februari sempat digelar pameran lukisan dengan menghadirkan perupa dari Tegal, Cirebon dan Jakarta. Dari tanggal 20 hingga 28 Februari digelar wayang Potehi wayang khas dari Tionghoa dan ditutup dengan pagelaran budaya wayang kulit.
Imlek merupakan budaya dari negeri China namun para etnis Tionghoa yang ada di Indonesia sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Sehingga setiap perayaan Imlek juga selalu menghadirkan budaya lokal.
“Ini juga budaya lokal yang perlu dilestaikan,” tanda Tanujaya. (look)

Selasa, 25 Februari 2014

8,7 Juta Orang Kena Diabetes Melitus


Tegal, hariandialog.com/Dialog – Peringkat ke tujuh sedunia digondol Indonesia dalam hal kuatitas penderita penyakit Diabetes Melitus (DM) yakni capai angka 8,7 juta penderita.

Seperti yang disampaikan dr Abdal Hakim Tohari SpRM MMR, Direktur RSUD Kardinah Tegal, Jawa Tengah, melalui Endang Sri Ningsih SKM pada seminar Dampak Diabetes Melitus terhadap Jantung dan Demo Masak Menu Praktis untuk Diabetes Melitus Aktif . Angka besar tersebut didapat dari federasi nasional tahun 2013, jelas Endang kemarin (22/2).
Tercatat 41% yang mengetahui kondisi penyakitnya. Sementara 39%-nya sudah mendapatkan pengobatan. 
“Nol koma tujuh persen mencapai sasaran pengobatan dengan tepat,” tambah Endang.
Dalam seminar, diharapkan agar masyarakat, pasien dan keluarga benar-benar memahami penyakit diabet. Diabet biasa dikenal dengan istilah kencing manis, merupakan penyakit metabolik dengan ciri gangguan produksi dan fungsi insulin. Hal ini biisa disebut juga dengan penyakit yang terjadi akibat gangguan keduanya.
“Penyakit diabet terjadi sebab pankreas penderita yang rusak,” ujar salah satu pembicara dr Nurmilawati SpPD.
Pankreas adalah organ pemproduksi insulin, letaknya berada diantara lambung dan liver. DM digolongkan menjadi DM tipe 1, DM tipe 2, gestational DM dan tipe lainnya. Bila DM ini bisa dikontrol dengan baik tentunya kejadian komplikasi menjadi lebih kecil, lanjutnya.
Dalam seminar dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari peserta senam diabet RSUD Kardinah, pasien poliklinik, perawat, guru dan karyawan RSUD Kardinah Tegal. (look)

Senin, 17 Februari 2014

Pengurusan Dokumen Kependudukan Gratis di Tegal


Tegal, hariandialog.com/Dialog – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal, Jawa Tengah, Herlin Tedjo Oetami, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal per 3 Februari 2014 kemarin telah menggratiskan semua pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan. 
Belum semua daerah memberlakukan gratis,” tandas Herlin.
Di Tegal tak ada lagi biaya retribusi untuk mengurus dokumen kependudukan. Penggratisan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendag) RI No.470/327/SJ yang sebelumnya didahului oleh Undang-Undang (UU) No.24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.
Salah satu upaya untuk menghapuskan calo yang mengurus dokumen kependudukan lebih baik mengurus dokumen sendiri, lanjut Herlin, dokumen kependudukan tersebut meliputi Kartu Tanda Penduduk Elektorink (e-KTP), Kartu Keluarga (KK), serta akta-akta pencatatan sipil, seperti perkawinan, kematian, kelahiran, serta perceraian yang sebelumnya dikenai beaya.
Sebelumnya, untuk pendaftaran penduduk seperti cetak KK masyarakat harus membayar biaya retribusi sebesar Rp 10 ribu. Kemudian cetak KTP Rp 35 ribu, penggantian cetak KTP hilang/rusak Rp 35 ribu, penggantian cetak KK hilang/rusak Rp 10 ribu.
Pindah luar kota/kabupaten/propinsi Rp 50 ribu, pindah datang dari luar kota atau kabupaten atau propinsi dan membuat KK baru Rp 150 ribu. Pindah datang dari luar kota/kabupaten/propinsi dan menumpang KK Rp 150 ribu.
Meski biaya administrasi di atas sudah hilang, namun sanksi keterlambatan tetap diberlakukan. Besarnya tarif sesuai dengan Perwal No.21 tahun 2011, ujar Herlien.
Selain penggratisan, aturan tersebut juga mengatur tentang beberapa perubahan kebijakan lainnya. Salah satunya, penggunaan data kependudukan Kemendag RI, menjadi satu-satunya data kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan. Baik itu untuk alokasi anggaran, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, demokrasi, penegakan hukum, serta pencegahan kriminal.
Azas pembuatan dokumen juga berubah. Sebelumnya elemen dokumen yang digunakan menggunakan tempat kejadian perkara peristiwa diubah menjadi tempat domisiliMisalnya jika warga Kota Tegal melahirkan atau meninggal di Semarang, akta kelahiran akan tetap dibuat di kota Tegal. Bukan Semarang. Kemudian untuk pencatatan kematian, kini tanggung jawab pelaporan menjadi milik Ketua RT. Pelaporan berurutan mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan kemudian Disdukcapil.
Dinas mulai melakukan sosialisasi kebijakan baru tersebut pada Senin (10/1) di masing-masing kelurahan setiap senin dan selasa sampai seluruh kelurahan terjangkau sosialisasi. (look)

Kamis, 02 Januari 2014

Darman Tegal, Kurban Tragedi Bintaro



Tegal, hariandialog.com/Dialog – Tragedi maut kereta api di Bintaro Jakarta Selatan terulang lagi. Dulu KA versus KA (19/10/1987 menewaskan 156 orang) kali ini KRL versus Mobil Tangki Pertamina (9/12/2013 11:13 WIB), dan diantara korbannya adalah Darman Prasetyo (25) yang beralamat di Jalan Flores Baru IV RT.003 RW.011 No.37 Perum Pondok Martoloyo, Panggung, Tegal Timur, Jawa Tengah.
Jerit tangis histeris Reza Restianingsih istri Darman sang Masinis Commuter Line 1131 Serpong-Tanah Abang dan duka keluarga membuat suasana berkabung di Perum Pondok Martoloyo ini menghanyutkan kesedian yang dalam. Kerabat dan tetangga berkumpul penuh dengan pandangan kosong dan haru, tidak ada sepatah kata pun yang bisa dilontarkan. Hidup dan mati memang kuasa Illahi.
Air mata Reza terus mengucur dari dua kelopak matanya yang redup, kini si bocah yang baru berusia 2 tahun, Fariz Saifullah, anak tunggal Darman ini menjadi yatim semenjak maut merenggut Darman belum lama ini.
Berita duka diterima pertama kali dari kedatangan 2 (dua) pegawai PT. KAI Tegal sekitar pukul 16.00 WIB mengabarkan bahwa Darman meninggal dalam tragedi di perlintasan Bintaro Permai. Seketika susana histeris pun pecah dan tidak bisa dibendung setelah mendengar kepergian Darman yang jebolan SMKN 3 Tegal untuk selamanya.
 “Darman anaknya supel dalam bergaul dan sayang pada keluarga,” ujar Djoko sepupu Darman.
Sebelumnya, setiap sepekan sekali, di hari Sabtu, Darman selalu pulang menjenguk keluarga. Pulang terakhir kali ke Tegal yaitu Sabtu (7/12) dan pergi lagi ke Jakarta hari Minggu (8/12) dan selamanya tidak kembali. Dan jasad Darman akan dimakamkan di tempat kelahiran Purworejo, Jawa Tengah.
Korban meninggal Tragedi Bintaro antara lain; Darman Prasetyo (25 th) Masinis, Sofyan Hadi (20) Petugas Pelayanan KRL, Agus Suprapto (24) Asisten Masinis, Rosa Kesauliya (73) Penumpang dan Yuni (16) Pengguna Jasa.
Korban luka-luka lain adalah di RS Fatmawati (10 orang), RSI Bintaro (6 orang), RSPP (5 orang), RS Dr Suyoto (65 orang).
Kronologi, saat itu truk tangki di Pondok Betung Jakarta Selatan berukuran 24 ribu liter jenis premium terseret sampai 30 meter, dan ketika kereta terhenti terjadi ledakan keras, mirip ledakan bom. Semburan gas api yang disertai suara persis ledakan cukup keras tersebut membuat miris warga sekitar. Dan api membakar habis truk tangki. Gerbong paling depan KRL bernomor KI 1 10 12 ikut terbakar dan banyak penumpang yang terjebak sesaat dan tiga orang di ruang masinis tidak selamat.
KRL ini sebenarnya baru saja berangkat dari stasiun Pondok Ranji, Tangsel hendak menuju ke stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menjelang TKP tampak truk tangki pertamina berada ditengah rel dan tragedi maut itu tidak bisa dihindar. Truk tertubruk dari sebelah kiri. Saat itu kecepatan KRL diperkirakan 70 km per jam. TKP kali ini tidak begitu jauh dengan TKP Bintaro kelabu 26 tahun lalu. (look)

Minggu, 01 Desember 2013

21.859 Wajib Pajak di Tegal Dikenai Denda


Tegalhariandialog.com/Dialog  Kisaran angka 21.859 Wajib Pajak (WP) di Tegal, Jawa Tengah yang belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan dikenai denda. Denda tersebut dihitung berdasar jatuh tempo pembayaran PBB pada 30 September bulan lalu.
Anang Ridiarto SH, Kepala UPT PBB DPPKAD Kota Tegal mengatakan, “Akan dikenakan denda 2% dari nilai PBB tiap bulan.” Data masuk yang sudah bayar PBB hingga Oktober kemarin 48.210 WP dari 70.069 WP se Kota Tegal. Data ini sesuai dengan data yang dilaporkan Bank Jateng selaku tempat pembayaran PBB.
Pembayaran PBB dari 48.210 WP adalah Rp. 9.492.264.047. Sementara target pendapatan untuk tahun ini sebesar Rp. 10.029.962.000. Jadi per Oktober sudah terealisasi 94,8%.
Target pendapatan sendiri masih kurang 5,2%, ujar Anang, Sedang WP yang belum melunasi PBB sebagian besar adalah perusahaan besar. Pengusaha besar sangat mendominasi. Mereka agak sulit untuk membayar PBB yang dimungkinkan uangnya untuk diputar kembali untuk usaha dahulu. Baru setelah mendekati jatuh tempo mereka akan membayar.
Kepatuhan membayar pajak sudah cukup bagus seperti capaian target pada tahun 2012 mencapai 100% bahkan per 30 September jatuh tempo realisasi pendapatan PBB sudah mencapai angka 94,13% atau Rp. 8.878.609.993.
“Kami akan menyiapkan petugas yang mendatangi satu persatu WP yang belum bayar PBB,” tandasnya.
Bagi WP yang membayar paling lambat 31 Agustus akan mendapat keuntungan mengikuti undian. Hadiah utama 4 unit sepeda motor dan puluhan hadiah elektronik, ditambahkan, dalam memaksimalkan pendapatan dari PBB akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat selain reward kepada WP tersebut. (sisono)