Tampilkan postingan dengan label BPN Pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPN Pemalang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

BPN Pemalang Kunjungi Panti Asuhan


Pemalanghariandialog.com/Dialog – Kasten Situmorang SH, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bersama jajarannya mengunjungi sejumlah panti asuhan belum lama ini.
Kunjungan ini dilakukan untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama warga. “Mereka itu adalah saudara kita dan anak-anak yatim di panti asuhan ini adalah bagian dari hidup kita,” ujar Kasten.
Yakni panti asuhan anak yatim di Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, di bawah Yayasan Tarbiyatul Qur’an yang diasuh oleh KH Abdul Karim dan panti asuhan Aisyiyah di Desa Jatirejo di bawah Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang pimpinan Nurohman Suhadi.
Kegiatan dan anjang sana ke panti asuhan ini adalah inisiatif pribadi yang dilakukan bersama kawan-kawan karyawan  BPN Kabupaten Pemalang. Staf dan karyawan BPN, biasa disebut “kawan” oleh Kasten, bukan anak buah untuk menjalin kekeluargaan yang harmonis.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk membangun kebersamaan dengan warga yang ada di panti, dan untuk meningkatkan kepedulian sesama warga. Dengan harapan dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup. Bentuk bantuan yang diberikan antara lain berupa beras, mie instan dan dana untuk membantu atau mengurangi pemenuhan kebutuhan mereka.
Ditambahkan oleh Kasten, bahwa kunjungan ke panti-panti asuhan ini adalah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) ke-53. Dalam momentum ini juga dilaksanakan kegiatan yang menyangkut kinerja di BPN sehingga pelayanan masyarakat akan lebih efektif dan lebih meningkatkan profesional kerja. Disamping itu diadakan pula upacara bersama, jalan sehat bersama kawan-kawan BPN, “ Yang tujuannya untuk mempererat hubungan keluarga besar BPN Kabupaten Pemalang guna upaya peningkatan layanan dan kinerja,” lanjut Kasten.
Bukan Kasten kalau tidak bikin inovasi dan terobosan baru, ujar kawan kerja Kasten yang tidak mau ditulis namanya, jelasnya secara terpisah pada Dialog. (look)

Selasa, 13 Agustus 2013

4 Inovasi BPN Pemalang

Kasten Situmorang SH Kepada BPN Kabupaten Pemalang. (foto: dialog/look)


Pemalang, hariandialog.com/Dialog -  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kini membuat empat inovasi atau terobosan baru pelayanan publik, seperti halnya SMS Centre sudah berjalan lancar. Sistem ini sangat ampuh, sebab dengan pelayanan SMS Center 0821 3561 3561 ini cuma butuh waktu 15 detik semua terjawab segala pertanyaan dan pengaduan. Jaringan ini bisa diakses seluruh Indonesia bahkan dunia, ujar Kasten Situmorang SH pada Dialog belum lama ini di kantornya.
Khusus untuk pengaduan yang via SMS Center, pengaduannya langsung masuk ke BBM Kepala BPN Kabupaten Pemalang Kasten serta staf jajarannya. Semua sudah diprogram dengan sistem komputerisasi dan langsung online ke BPN Pusat.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Inilah pelayanan terbuka (open transparansi) kami,” tegas Kasten.
 Inovasi berikutnya adalah terbukanya nilai jual tanah secara online. Dengan demikian harga tanah di Wilayah Kabupaten Pemalang standar harga dapat dilihat secara online, di manapun titiknya. Jadi warga Pemalang bisa mengira-ngira harga jual layak atau beli standar sebab sudah ada plafon harganya, dapat dibaca secara online.
Program berikutnya yang ketiga, pembuatan titik kordinat sebuah petak tanah yang disambungkan ke satelit langsung. Jadi jika ada petok tanah yang digeser oleh oknum masyarakat, pemilik atau orang lain yang tidak bertanggungjawab, maka akan diketahui secara otomatis oleh satelit letak patok yang sebenanya. Selama satelit masih berfungsi maka titik kordinat petak tanah ini tidak akan berubah-ubah, lanjut Kasten.
Inovasi berikutnya adalah peta tematik. Inovasi baru pelayanan publik tersebut untuk mewujudkan visi dan misi BPN Pemalang bahwa tanah berfungsi untuk kemakmuran masyarakat. Sedangkan semboyan BPN Pemalang adalah pikirkan yang dipikirkan rakyat dijalankan.
Kasten juga berharap agar wartawan dan LSM ikut mendukung program tersebut dan mengenalkan ke masyarakat luas, “Sebab media dan LSM adalah bagian dari negara ini,” tukas Kasten. (look/kukuh)

Senin, 17 Juni 2013

Alokasi Sertifikat PRONA 2013 Kabupaten Pemalang


Pemalang, Dialog - Dua puluh tiga desa di Kabupaten Pemalang mendapatkan alokasi kegiatan Pengelolaan Pertanahan Nasional (Sertipikat PRONA) Tahun 2013. Hal ini telah diinformasikaan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, Kasten Situmorang, SH.

Kepastian ini disampaikan setelah ditetapkannya DIPA TA 2013 No: DIPA-056.01.2.429935/2013 tanggal 5 Desember 2012. Sesuai DIPA tersebut, kegiatan Sertifikat PRONA ini dialokasikan untuk 3.660 bidang tanah di wilayah Kabupaten Pemalang. Sedangkan dua puluh tiga desa dimaksud adalahWarungpringKalisaleh, Pakembaran, Gombong, Karangdawa, Badak, Mereng, Gunungtiga, Datar, Sikasur, Cibuyur, Banyumudal, Karangtalok, Pamutih, Kecepit, Cikendung, Gembyang, Gunungsari, Kejene, Nyalembeng, Gongseng, Majalangu, dan Medayu.
  Kasten menyebutkan tiga hal yang menjadi hak peserta PRONA. Pertama, mendapatkan sertifikat hak atas tanah. Sertipikat ini diberikan sepanjang dalam proses penerbitan tidak ada pihak yang mengajukan keberatan, melalui kegiatan pendaftaran tanah pertama kali. Kedua, peserta tidak perlu membayar biaya BNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang berkaitan dengan biaya pendaftaran hak, pengukuran bidang tanah, transport pengukuran, panitia pemeriksaan tanah (Panitia A), dan transport Panitia A. Biaya-biaya ini telah dialokasikan oleh negara melalui mekanisme APBN. Hak ketiga adalah, peserta melakukan pendaftaran, melengkapi berkas, menerima sertifikat hak atas tanah di tingkat desa masing-masing.
  Selain hak, kepada peserta Prona juga dibebankan beberapa kewajiban. Pertama, menyediakan dan memasang patok tanda batas bidang tanah sebanyak 4 buah untuk satu bidang tanah. Patok-patok ini dipasang pada sudut-sudut bidang tanah dengan bentuk, ukuran dan spek yang telah ditentukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang. Kedua, peserta wajib menyaksikan pengukuran tanah yang dimohonkan sertifikat dan pengukuran tanah milik bersebelahan. Ketiga, peserta juga diwajibkan memberikan keterangan yang berkaitan dengan data tanah yang dimohonkan sertipikat, memenuhi syarat administratif yuridis berkaitan kelengkapan berkas permohonan. Keempat, menyediakan materai yang cukup sesuai jumlah kebutuhan. Kelima, melengkapi Akta PPAT (jual beli atau hibah) apabila dalam persyaratan diwajibkan. Keenam, melengkapi bukti penyetoran BPHTB dan atau PPh bila terhutang. Ketujuh, peserta diwajibkab mengikuti/menghadiri penyuluhan yang dilaksanakan oleh Tim Penyuluh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang di Balai Desa masing-masing. (look/ku2h)