Mat Kentut Beraksi. Aksi penarik becak dengan laju berbalik ini biasa dilakukan oleh Mat Kentut (47) akunya, asal Desa Banyu Urip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan Kota, Jawa Tengah, di seputar Bundaran Depan Gedung Museum Batik Pekalongan. Aksi ini menjadi perhatian pemakai jalan tersebut, karena Mat Kentut bapak dari empat orang anak tersebut lincah mengayuh becak arah berbalik. “Silahkan kalau mau coba, mas,” tawarnya pada Dialog. Mat Kentut bisa dijumpai hampir tiap sore di bundaran tersebut. Ia selain berprofesi sebagai penarik becak juga pekerja serabutan, apa saja okey asal halal, ujarnya. (Foto: look/Dialog)
Tampilkan postingan dengan label Warta Pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Pekalongan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Mei 2014
Bowo Leksono Siapkan Rp 1 M untuk KPU
Pekalongan, hariandialog.com/Dialog – HM Bowo Leksono Ketua DPRD Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang Caleg DPRD Provinsi Partai Golkar siap memberi hadiah Rp1 miliar jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota dapat membuktikan secara riil bahwa rekapitulasi yang dilaksanakan sesuai dengan formulir C-1 atau suara tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Bowo mengklaim 300-an suara dirinya raib di Kota Pekalongan. Dia berang karena merasa dirugikan dengan rekapKPU yang digelar Sabtu (12/4) kemarin.
Saya sudah mencoba untuk menanyakan hal ini ke KPU agar mencatat hasil rekap sesuai dengan aslinya (form C-1), jelas Bowo, namun dengan enteng KPU beralasan sudah terlambat karena semua saksi telah menandatangani berita acara.
“Masak hasil rekap Pemilu walau tidak sesuai dengan form C-1 dianggap sah? Ini jelas kecurangan yang sungguh menyakitkan,” Ujar Bowo.
Bowo mencontohkan, di Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, hasil rekap KPU mendapat 63 suara. Padahal saksi dari partainya menyatakan 261 suara. Ini Pemilu apa-apaan. Masak dari TPS ke KPU suara dukungan untuk saya berkurang 200-an. Ini baru satu kelurahan saja, tandasnya.
Ia juga akan menggugat hasil rekap yang dilakukan KPU Kota Pekalongan ke Mahkamah Konstiusi. “Kalau memang suara saya seperti yang tertera di rekap KPU, saya siap bayar Rp 1 miliar. Karena saya yakin suara saya jauh lebih besar dari apa yang diumukan,” lanjutnya.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan Ismet Innonu, yang juga Caleg DPRD Kota Pekalongan juga menyatakan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan Pemilu 2014. “Ada beberapa suara saya yang juga raib. Untuk itu ke depan saya mengharapkan adanya perubahan sistem Pemilu. Nanti tidak ada lagi apa yang dinamakan dengan PPS dan PPK,” katanya.
Ketua KPU Kota Pekalongan Abdul Basir, menjelaskan sudah melampirkan surat tawaran koreksi ke dalam hasil rekapitulasi yang dikirim ke Provinsi. “Kemarin waktu rekapitulasi tidak perotes. Sekarang rekapitulasi sudah selesai baru protes? ” ujarnya. (look)
Lahir Tanpa Lubang Kuping
Lahir Tanpa Kuping. Bayi mungil perempuan Ines Ilvi lahir tanpa lubang kuping kiri dan kanan di RSUD Karanganyar Kajen Pekalongan (8/4). Putri pertama dari pasangan Sukamto (33) dan Waryuti (32) yang beralamat di Dukuh Babadan, Desa Bulaksari RT.001 RW.001 Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ekonomi yang pas-pasan dan penghasilan keseharian yang minim, “Saya hanya berharap semoga ada dermawan yang mau peduli dan terketuk hatinya untuk membantu operasi anak kami,” ujar Kamto penuh harap dan pasrah. (Foto: Dialog/look)
PG Sragi Pekalongan Tingkatkan Produksi Gula
Pengantin putra, Widodo Sukaryo bin Ps.881 dari Keluarga TRS I Km.KSO MT 2013/2014 dan Pengantin putri, Arum Lestari binti Ps.862 dari Keluarga TRS I Km.Non-KSO MT 2013/2014. (Foto: Dialog/look)
Pekalongan, Dialog – Prosesi upacara sakral dengan menggiling “pengantin tepung” dan “pengantin tebu”, Sabtu (3/5), menandai dimulainya pelaksanaan giling tebu Pabrik Gula (PG) Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. “Dengan prosesi ini diharapkan penggilingan berlangsung lancar dan sukses dengan produksi yang maksimal,” ujar Ir Teguh Agung Tri Nugroho MM, Administratur PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Divisi Tanaman Semusim PG Sragi.
Prosesi giling tahun ini mengambil tema “Bersama Mitra Meraih Sukses”, dan penggilingan akan dilaksanakan selama150 hari dengan kapasitas giling 33.500 kuintal per hari. Sedangkan sasaran rendemen 7,91%, tebu yang digiling 4.327.450 kuintal, tebu per hektar minimal 786 kuintal.
“Juga memperoleh keuntungan agar seluruh karyawan diberi barokah dan keselamatan,” harap Teguh.
Dalam prosesi giling ini disiapkan tebu “pengantin tepung” (putra) bernama Widodo Sukaryo bin Ps.881 dari Keluarga TRS I Km.KSO MT 2013/2014 Kebun Karyomukti, luas 5.836 hektar dengan SKW Edi Kustiadi dan mandor Oon Subiyanto. “Widodo Sukaryo” bermakna, dalam mengemban tugas dan berkarya agar mendapatkan hasil lebih, serta giat bekerja, bekerja sama, ikhlas dan bersinergi dengan masyarakat, mitra dan antar-karyawan.
“Pengantin tebu” (putri) bernama Arum Lestari binti Ps.862 dari Keluarga TRS I Km.Non-KSO MT 2013/2014 Kebun Langensari luas 2.123 hektar kelompok H Kuntoyo. “Arum Lestari dikandung maksud untuk kesuksesan giling tahun 2014 dengan penuh harap produktifitas nira atau gula semerbak wangi, meningkatkan kualitas produksi, efisiensi, selamat, sentosa dan lestari yang menjadi tolak ukur menuju sukses swasembada gula, khususnya di Jawa Tengah dan nasional,” tandas Teguh.
PG Sragi terletak di Kelurahan/Kecamatan Sragi, dibangun di atas tanah seluas 141.170 M2 dan eks- PG Comal Baru seluas 376.550 M2, dan merupakan BUMN yang tergabung dalam PTPN IX (Persero) yang berdiri sejak 1928 bersama 8 PG lain di Jateng yang masih aktif.
Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono dalam kesempatan itu mengharapkan agar ada peningkatan kinerja petani, produksi, dan kualitas bibit. “Dengan demikian ke depan bisa ditingkatkan produksi gula di Pekalongan, Jateng dan nasional,” ujarnya. “Walau bagaimana pun kesuksesan yang diraih ini adalah hasil kerja sama antara petani tebu dan PG,” tandas Antono. (look)
Minggu, 23 Maret 2014
Gembili Andil Besar dalam Indonesia Merdeka (Khaul Wali Gendhon)
KH Nurzain Ismail HS pada Acara
Khoul Wali Gendhon (Muhammad Ashral) ke-54 di Dukuh Kauman Selatan,
Desa/Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (foto: Dialog/look)
Pekalongan, hariandialog.com/Dialog – Indonesia
Merdeka berkat dari orang-orang yang makan gembili, ujar KH Nurzain Ismail HS
pada Acara Khaul Wali Gendhon (Syekh Mohammad Ashral) ke-54 di Dukuh Kauman
Selatan, Desa/Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, baru-baru
ini (23/3).
Indonesia merdeka pada tahun
1945 bukan semata-mata didapat dari sebuah tembakan senapan atau tajamnya
sebilah bambu runcing, akan tetapi karena andil besar para waliullah yang pada
saat itu, yang sukanya makan gembili. Seperti halnya Syekh Mohammad Ashral
biasa disebut Mbah Wali Gendhon juga suka makan gembili dan atau jenis-jenis
polowijo lain, lanjut Nurzain.
Ribuan Jam’iyah Wali Gendhon berkumpul
dari jauh hanya menunggu gembili (polowijo), ini bukan musrik tetapi kita
mengenang makanan kesukaan Mbah Wali Gendhon dan ngalap manfaat kharomah karena
seorang wali telah diberi kelebihan oleh Allah SWT.
“Polowijo adalah makanan para
aulia,” tandasnya.
Wali Gendhon selain jebolan
Ponpes Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, asuhan Kyai Munir kala itu. Ia
juga pejuang pada jaman masa kolonial Belanda. Dengan caranya sendiri dan
seorang diri berhasil membubarkan Markas Belanda yang berada di Kaliwadas
Kesesi. Akhirnya nama Wali Gendhon pun saat itu menjadi perhitungan bagi serdadu-serdadu
Belanda.
Acara Khaul Wali Gendhon ke-54
yang digelar sejak pukul 07.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan ribu warga Kesesi
dan warga luar daerah Pekalongan tumpah ruah, walau jalan menjadi macet kiloan
meter, tetapi acara berjalan lancar.
Pada acara puncak, warga
berebut makanan yang terdiri dari berbagai jenis polowijo. Mereka ngalap berkah
dan barokah dari polowijo yang dibagi-bagikan ke pengunjung oleh panitia dan
Nurzain, lepas dari kemusrikan, semua karena kekuasaan Allah Taala.
“Agenda ini rutin
diselenggarakan tiap tahun pada Bulan Jumadil Awal Hijriyah pada hari Minggu
Legi,” ujar Muhammad Arifin RS, pengelola makam Wali Gendhon, adalah cicit
kemenakan dari Syekh Mohammad Ashral.
Pelaksanaan kegiatan kali ini
didanai dari swadaya Jam’iyah Wali Gendhon, termasuk yang berada di luar daerah
jauh seperti yang di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, juga ikut
andil besar dalam lancarnya acara tersebut, tambah Arifin. (lukman)
Rabu, 19 Maret 2014
Pelanggar Lalu Lintas Masih Tetap Tinggi
Pekalongan,
hariandialog.com/Dialog – Sebuah angka pelanggaran yang fantastis di Pekalongan Kota, Jawa Tengah.
Polresta Pekalongan belum lama ini dalam operasi gabungan Polresta, Dishub dan
PM Pekalongan Kota, hanya satu jam bisa menangkap lebih dari 1000 pelanggar
lalu lintas di JL. Pemuda Kota Pekalongan.
“Operasi rutin
ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2014 bulan April mendatang,”
ujar Kasat Lantas Polresta Pekalongan AKP Pranata.
Pelanggaran
lalu lintas masih tinggi. Dari 1000 lebih pelanggar tidak semuanya ber-KTP
Pekalongan, banyak yang dari luar daerah Pekalongan.
Pranata
sangat mengkhawatirkan seprti kendaraan bak terbuka yang membawa rombongan
orang di atas bak belakang. Yang seharusnya mobil bak adalah untuk mengangkut
barang tetapi banyak temuan dengan kesengajaan mengangkut orang dan sangat
berbahaya bagi penumpangnya sendiri. Pelanggaran lalu lintas tersebut angkanya masih
tinggi. Apalagi di masa kampanye bisa dipastikan banyak sekali pelanggaran-pelanggaran
lalu lintas, lanjut Pranata.
Pelanggaran
yang sering terjadi pula yakni mengndarai sepeda motor lebih dari dua orang,
dan ada lagi knalpot yang sengaja dicopot biar suara melengking saat diglayer.
” Sasaran
utama operasi gabungan pada pelanggar yang berpotensi mengalami kecelakaan, ” tegas
Pranata.
Krena
operasi bekerjasama dengan berbagai pihak dan penambahan personil, maka bisa
dilakukan sidang di tempat kejadian, guna efesiensi aktifitas pengendara dan
pihak terkait mengingat jumlahnya cukup besar.
Ban gundul
pun juga akan kena tangkap sebab masuk dalam kategori berpotensi untuk
mendukung terjadinya suatu kecelakaan, tegasnya. (kukuh)
Selasa, 18 Maret 2014
HAUL KE-55 WALI GENDHON KESESI
Haul ke-55 mbah Wali Gendhon
(Muhammad Ashral) atau sering disebut Mbah Wali Gendhon di Desa Kauman,
Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akan diselenggarakan besuk
tanggal 23 Maret 2014, hari Ahad Legi 21 Jumadil Ula 1435H.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB sampai selesai, diisi dengan pengajian umum dengan
pembicara KH. Nurzain Ismail HS dari Batang. Pada hari itu juga akan dilaksanakan
Kirab (Ta'aruf) Gunungan Polowijo dan Apem Kesesi yang merupakan makanan khas
dan produk asli Kesesi. Tiga hari sebelum hari diadakan acara tawasulan siang
malam.
Biografi lengkap bisa klik
google, PANDU: MBAH WALI GENDHON KESESI
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)