Sabtu, 20 Juli 2013

DICARI: Tayu binti Singodikromo + Subari (Balaraja, Rajabasa, Sumatera)



Dicari:

Tayu binti Singodikromo + Subari (Balaraja, Rajabasa, Sumatera) = Muayah (anak), Mujinah (anak), Laki2 (anak) = Cucu, Cicit, Ahli Waris Tayu binti Singodikromo

Tayu + Subari (Sumatera) = Muayah, Mujinah, Laki2.
Pergi Meninggalkan Tanah Kelahiran Sejak Tahun 1951

(Alamat mboten jelas amargi kesahipun sampun dangu setengah abad langkung (62th). Kawiwit kesah tumuju datheng Balaraja, Rajabasa, Sumatera taksih jaman tampukipun DI lan TII. Pawongan sintena ingkang mangertosi papan dunungipun sederek Tayu binti Singodikromo + Subari, dalah putra wayahipun, tuwin ahli waris saking Tayu binti Singodikromo + Subari, kawula aturi paring pawarta dhumateng redaksi punika. Kawulawarga taksih ngrantu kanthi sanget pawartinipun)

(Alamat tidak jelas. Posisinya sekarang keluarga di Comal tidak ada yang tahu, sebab Tayu + Subari meninggalkan Desa Sarwodadi Kasowetan sekitar tahun 1951.an. sebelum pecahnya DI dan TII. Kabar terakhir di tahun 1965 Tayu masih kontak surat dengan keluarga Comal bahkan sering kirim paket untuk plunannya (ke anaknya Kartini). Diketahui berita terakhir berada di BALARAJA, RAJABASA, SUMATERA. Tepatnya tidak diketahui.

Akan tetapi kami yakin, baik anak, cucu, atau ahli waris dari Tayu binti Singodikromo + Subari masih ada, segera saja menghubungi penulis (cicit kemenakan). Sebagai tambahan informasi, pada tahun 1965-an anak-anak dari Tayu binti Singodikromo pisah mencari kehidupan sendiri-sendiri. Mulai saat itu hilang berita sampai sekarang dan putus komunikasi. Setengah abad lebih (62 tahun) Tayu binti Singodikromo meninggal desa dan kini tidak ada kabar beritanya.

Sebagai ciri-ciri, saat itu anak-anak Tayu binti Singodikromo, Muayah dan Mujinah berambut ngriwil/bergelombang kerap dengan kulit kuning bersih. Dahulu sewaktu di Sarwodadi Kasowetan rumahnya ada di Prapatan Dukuh Kasowetan (utara jalan timur jalan, tepatnya pojokan). Ada informasi, menantu dari Tayu binti Singodikromo ada yang menjadi dokter. Anak dari Tayu ada yang menjadi angkatan. Hanya tambahan informasi ini saja yang bisa disampaikan. Alamat yang bisa disampaikan Cuma di Kotaraja Sumatera.

Bila ada pembaca yang mengetahui keberadaannya, hidup dan/atau meninggal dunia, atau mengetahui ahli warisnya dari Tayu binti Singodikromo + Subari, tolong di informasikan ke alamat ini. Informasi dan kedatangan Tayu binti Singodikromo + Subari dan/atau ahli warisnya tetap kami tunggu di Sarwodadi, Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 No.120 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52353 Jawa Tengah. email: lukmanprabowo69@yahoo.co.id

Jika ingin lebih detail tentang siapa Tayu binti Singodikromo atau sislsilahnya bisa klik google, PANDU: Mbah Singodikromo

Selasa, 16 Juli 2013

324 Gangguan Keamanan di Pemalang


Pemalang, hariandialog.com/Dialog (18/7) - Satu tahun terakhir di tahun 2012 Pemalang, Jawa Tengah, telah terjadi 324 gangguan keamanan. Yang terdiri atas kriminalitas 309, unjuk rasa politik 6 dan unjuk rasa bidang ekonomi 9 kali, ungkap Bupati Pemalang H Junaedi SH MH pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten belum lama ini.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dalam upaya menanggulangi gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) antara lain dilaksanakannya Patroli Wilayah dan operasi rutin. Disamping itu juga adanya sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan pelajar mengenai pencegahan bahaya berkembangnya praktek prostitusi.
Pemkab juga memberikan penyuluhan kepada kaki lima, tukang becak, pengusaha hiburan dan tak luput pengusaha pertambangan serta diadakan pembinaan Trantibum dan Penegakan Perda. 
“Telah dibentuk satuan keamanan di masyarakat, yaitu pembentukan Kelompok Sadar Trantibum (Pokdartib) di awali dari 28 desa atau kelurahan di wilayah Pemalang. Kedepan akan diperbanyak,” lanjut Junaedi.
Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban Pemkab Pemalang bekerjasana dengan aparat keamanan. Salah satunya MoU dengan Polres Pemalang No.300/3108/2003 dan Nopol: B/1055/VI/2003 tanggal 12 Juni tentang Kerjasama Penyelenggaraan Trantibum. Diharapkan dengan kerjasama yang saling menguntungkan dan kondusip ini Pemalang benar-benar aman serta kondusif.
Junaedi menandaskan, kebijakan Pemkab Pemalang yang dijalankan selama ini dalam upaya penyelenggaraan dan ketertiban umum, mengacu pada Perda No.13 Th.2006 tentang Pembentukan Satpol PP Kabupaten Pemlang, Keputusan Bupati Pemalang No.300/36/2012 tanggal 6 Januari 2012 tentang Pembentukan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), No.188.4/624/th 2012 tanggal 3 Desember 2012 tentang Fasilitas Pemberdayaan untuk menjaga Ketertiban dan Keamanan (FKDM), juga No.210/85/2012 tanggal 14 Pebruari 2012 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba serta No.188.4/84 tanggal 14 Pebruari 2012 tentang Penyuluhan Pencegahan Peredaran dan Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba. (look)

Bandar Ganja Diciduk Satres Narkoba Polres


Pemalanghariandialog.com/Dialog (18/7) - Pasangan suami istri (Pasutri) Pw (34) dan Mn (29) Desa Klegen RT.002 RW.001 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, belum lama ini diciduk Satres Narkoba Polres Pemalang bersama Kasat Narkoba AKP Faizal Liza SH MH di kediamannya Desa Klegen pada tengah malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat penggerebekan Pw dan Mn ketangkap tangan, didapati barang bukti 24,06 gram ganja kering, 2 bungkus biji ganja dan uang tunai Rp.1.040.000 serta 1hand phone sebagai alat transaksi (bukti pesan singkat pemesanan barang).
Penangkapan berawal dari ketangkapnya sang kurir ganja Rs dan Jd di depan Warung Makan Barokah Desa Klegen pukul 21.00 WIB usai transaksi ½ gram ganja seharga 250 ribu kepada pemesan orang Pemalang yang berhasil meloloskan diri pada saat itu. Dari sini dikembangkan temuannya mengarah ke Pasutri Pw dan Mn. Lalu berkembang lagi tertangkapnya Gws dengan 2 linting daun ganja kering yang baru saja dibeli dari Pw dan Mn.
Terpisah, Pw dan istrinya Mn mengatakan bahwa barang haram tersebut  disupply (pasok) oleh Ma asal Pekalongan. Ironis, suami Ma inisial Rz saat ini pun lagi menghuni Hotel Prodeo Kota Pekalongan dalam kasus yang sama, peredaran narkoba. Ini bukti nyata hukuman tidak membuat pelaku atau keluarga pelaku merasa jera akan tetapi malah nekad karena ada peluang dan kesempatan.
Kapolres Pemalang AKBP Tjuk Winarko SH MH melalui AKP Faizal Liza SH yang didampingi Kaur Subbag Humas Aiptu Sapto Marsono menegaskan, “Guna memudahkan dalam pengembangan kasus ini untuk sementara waktu tersangka ditahan di Rutan Polres Pemalang, yang diduga telah melakukan perbuatan pidana sesuai UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.” 
Kapolres juga menghimbau para orang tua harus lebih jeli dengan siapa anaknya bergaul dan kepada pihak sekolah untuk selalu memberi himbauan rutin kepada siswa tentang bahaya narkoba. Dalam waktu yang sama Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada warga masyarakat yang telah berperan aktif memberikan informsai dan membantu kelancaran tugas-tugas Polri. Suksesnya operasi ini pun juga tidak lepas dari peran serta dan bantuan masyarakat. (look/ku2h)

Hj. Kholidah: Biar Saja Masyarakat yang Menilai


Hj. Kholidah (foto: dialog)

Pekalonganhariandialog.com/Dialog (18/7) -  Mantan Kades Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Hj Kolidah yang hendak maju dalam kancah pesta demokrasi Pilkades depan (15/9) banyak menuai kritik dan terpaan masalah untuk menggulingkan Semangat Kartini yang sudah tertanam dalam dirinya.
“Biarlah masyarakat yang menilai. Dinilai buruk silahkan, dinilai baik yang alhamdulillah. Masyarakat punya hak menilai dan bicara. Saya tidak perlu komentar atau ambil hak jawab atau hak bicara. Semua sudah tahu yang pernah saya perbuat untuk kemajuan desa. Selama ini ini saya berjuang untuk kemajuan Desa Pagumenganmas,” ujar kholidah pada dialog (13/7).
Hembusan tuntutan yang ditiupkan dituju ke Kholidah mengenai dugaan mendirikan bangunan rumah pribadi permanen di atas bondho deso (aset desa), penyaluran dana untuk orang jompo belum terealisasi, tukar guling aset desa dengan lahan SMP Negeri 1 Karangdadap, dan tidak adanya open management. Sekelompok masyarakat yang menamakan diri front atau paguyuban masyarakat tetap menuntut pertanggungjawaban Kholidah, seperti halnya terjadi yang lalu (20/6) di balai desa saat Perda turun.
Semua sudah dijawab dengan gamblang dan jelas. Adapun jika ada masyarakat yang tidak puas dan memang saat itu waktunya tidak cukup untuk ramah tamah, silahkan pertanyaannya ditulis dan diusulkan ke desa. Saya siap menerima putusan warga, maunya apa, jelas Kholidah.
Pagumenganmas ditampuk kepemiminannya pembangunan infrastruktur maju pesat seperti telah dibangunnya saluran irigasi dengan terbangun empat bendungan air. Pembayaran pajak lunas terus tidak seperti sebelumnya. Dan sekitar 60 rumah yang tidak layak huni sudah dibenahi alias di Pagumengan tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni. “Walau pun pendapatan desa rendah karena penduduk 80% mata pencaharian sebagai buruh tani, akan tetapi sekarang angka pengangguran sudah tidak ada.”
Di bawah Kartini muda ini, untuk program plesterisasi desa sukses seratus persen. Dan segudang kegiatan yang tidak mungkin dijabarkan satu persatu. Jalan desa yang dahulu makadam sekarang sudah aspal. Masalah kerusakan itu karena tanah jalan masih labil. Desa tetangga pun mengalami hal sama. Tidak di sini saja. Yang penting masyarakat sudah tahu semua, tuturnya pada dialog. (look/kukuh)

Tiap Bulan 30 Orang Melepaskan Kewarganegaraan Indonesia


Pemalanghariandialog.com/Dialog -  “Dua puluh sampai tiga puluh orang Indonesia perbulan melepaskan kewarganegaran Indonesia (WNI) di negeri Jiran Malaysia,” ujar I. Ismoyo Kepala Kantor Imigrasi Kelas 2 Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Hal ini menjadi paradigma baru bagi pemerintah Indonesia, apakah karena di negara tetangga tersebut mempunyai daya tarik yang lebih kuat sehingga seorang WNI pindah kewarganegaraan. Atau barangkali di sana akan lebih menjanjikan untuk kelangsungan hidup mereka. Atau mungkin tidak bangga menjadi warga negara Indonesia.
Lain halnya dengan Ketua Kelompok Korea Indonesia melalui Ismoyo mengatakan, “Paling aman adalah Indonesia. Peraturan di Indonesia mudah dipahami, termasuk peraturan tunduk dengan Undang-Undang, juga peraturan norma adat istiadat di Indonesia. 
“Justru yang sangat sulit dipahami di Indonesia adalah cara memahami budaya Indonesia itu sendiri yang sangat kompleks,” lanjutnya.
Terpisah, warga negara Jepang berkewarganegaraan Indonesia yang hadir dalam sosialisasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undng-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian di Jasmine Room Lt.4 Rieze Palace Hotel Tegal tersebut mengatakan, “Saya cinta Indonesyia,” ujarnya singkat dengan dialeg terbata-bata ketika ditanya kenapa tidak mau menjadi warga negara Jepang. Ia (tidak mau menyebutkan namanya) lebih memilih Indonesia sebagai pilihan akhir untuk kewarganegaraan dia dan anak-anaknya.
Dalam kesempatan itu, Ismoyo lebih jauh fokus pada sosialisasi UU No.6 Tentang Keimigrasian yang terdiri 10 Bab 258 pasal yang sedang dilaksanakan rutin touring kota, diharapakan masyarakat luas mengetahui dan mengerti isi undang-undang tersebut. (look)

Lomba Hand Hygiene di HUT RSUD Kajen


Pekalonganhariandialog.com/Dialog - Hari jadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang ke delapan dimeriahkan dengan lomba Hand Hygiene diikuti oleh seluruh unit instalasi di RSUD Kajen. Sekitar 30 regu dengan total 138 karyawan RSUD yang mengikuti kegiatan ini. 
 “Kegiatan ini adalah awal menuju pelayanan sebagai prioritas utama untuk membudayakan budaya sehat, budaya bersih, dan menghindari resiko penularan infeki dari rumah sakit. Semoga ini menjadi budaya dan rutin dilaksanakan setiap hari tanpa absen,” ujar Direktur RSUD Kajen dr Dwi Arie Gunawan SpB kepada para wartawan usai mengisi acara hari jadi (2/6).
Pada kesempatan tersebut diperagakan hand hygiene oleh Dwi dan seluruh jajaran managemen. Ada enam langkah praktis hand hygiene yakni basuh secara bergantian kedua telapak tangan, lalu kedua punggung tangan, selanjutnya sela-sela jari. Langkah berikutnya jari-jari tangan saling mengunci kemudian kedua ibu jari dibasuh secara bergantian dan terakhir gosokan ujung jari pada telapak tangan.
Terpisah, Ketua Persatuan Perawat Indonesia (KPPI) Kabupaten Pekalongan dr H Imam Prasetyo menjelaskan bahwa sebagaimana disebutkan WHO, hand hygiene dapat mengurangi penyebaran kuman dan infeksi berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu lomba ini sekaligus sosialisasi dan memperkenalkan serta membudayakan hand hygiene.
“Hand hygiene harus dilaksanakan sebagai suatu amanat dari UU dan untuk dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Imam. Hand hygiene terdiri dari dua macam, yakni hand rube dan hand wash. Sedang pelaksanaannya ada lima moment yang perlu diperhatikan dalam hand hygiene yakni sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan asepsis, sesudah terkena cairan tubuh pasien dan sesudah kontak dengan sekitar lingkungan pasien, tandas imam.
Kabid Keperawatan RSUD Kajen Handy Artawan dalam sambutanya menjelaskan tujuan diadakannya lomba hand hygiene ini untuk membudayakan perilaku tentang hand hygiene kepada seluruh karyawan rumah sakit. Diharapkan agar budaya cuci tangan menjadi budaya yang betul-betul dipahami dan dilaksanakan oleh semua orang, terutama perawat RSUD Kajen.“Ini adalah sebuah pesan moral kepada karyawan rumah sakit, bahwa sebagai karyawan rumah sakit harus selalu menjaga dan menghindari penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan. Karena sumber dari semua kuman ada di rumah sakit,” jelas Handy. (look)

Sabtu, 13 Juli 2013

Mbah Singodikromo

MBAH SINGODIKROMO





Makam Mbah H Nasdan Singodikromo bin Blongkot Abdurrahman
Alamat keluarga: Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52363 Jawa Tengah. CP. loOk 0877 6463 8055 




LAYANG KEKANCINGAN
Mugiyo dados pepenget kagem kawulawarga



Candi Mbah Kramat Jati Kasowetan:

Ingkang dados papan dununging angragasukma/oezlah/berkhalwat.
Ingkang sumareh wonten saklebetipun pasareyan cungkup Candi Padukuhan Kasowetan, Dusun Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52363 Jawa Tengah, ingkang kawentar Mbah Kramat Jati punika sejatosipun petilasan ingkang kinormat Kangdjeng Sjekh Maoelanna Maghribi V sakwekdal lelabetan dhumateng jejibahan agung syiar agami Islam.

Pun santri dalah sedaya penderek panjenengan Kangdjeng Sjekh Maoelanna Maghribi V istirahipun wonten Padukuhan Kasokulon, Dusun Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52363 Jawa Tengah, sakpunika dados petilasan kramat Sanggrahan (Pesanggrahan) Kasokulon

Kangdjeng Sjekh Lanna V
Kangdjeng Sjekh Lanna VI
Kangdjeng Sjekh Lanna VII

(bit kawit)

H. Blongkot Abdoerrakhman bin Kangdjeng Sjekh Lanna + Hj. Tarjoemi Abdoerrakhman.

H. Blongkot Abdoerrakhman alamat Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52363 Jawa Tengah, punika asring katambuh kanthi celukan (tela’ah, cawelan) Bapak Kadji. Taksih sugengipun tangga teparo dalah kawulawarga nyelukipun amung Bapak Kadji kemawon, ingkang gadhah garwa tansah kinasih Hj. Tarjoemi, peputra sekawan; (1) H.Sarkan Singodikromo, (2) Sarmah, (3) Tarmad (Tjitro Atmdjo) lan (4) Cariban.

Jisim Bapak Kadji sumareh wonten sakupenging Candi Mbah Kramat Jati Kasowetan, sisih wetan cungkup petilasan Kangdjeng Sjekh Maoelanna Maghribi V. Sesarengan kalih ingkang garwa kinasih Hj. Tarjoemi dalah kang putra H. Sarkam Singodikromo (Mbah Singo):

1. H. Sarkam Singodikromo (Mbah Singo) + Darsijah (Simbong) (Comal)

a. R. Nasdan Djojoprayitno (Pulogadung Jakarta)

(1) (+) RA. Soemilah (Solo/Demak/Semarang?)
(a) ........
(2) (+) Rr. Wahyuning (Semarang)
(a) Kadaryati Yudininggar + Cuk Sunarso, BSc. (Semarang) = Kusudatmojo/Kuncung, Kusudatmoko, Galuh, .....
(b) Bambang Suhendro + Tini (Jakarta) = Eska, Rita.
(c) Kuswardono
(d) Priyo Atmojo
(e) Yusnaeni Indriya + Bambang Edi Sujoko, SH. (Semarang) = Indriana Kusumaningrum, SPi.MPi., Edhi......
(f) Dyah Nurhayati (Menung) + Suharto (Semarang)
(g) Yulianto (Totok) (Semarang)
(3) (+) Hardiyah (Semarang)
(a) a. Heri Budiono (Semarang)
(4) (+) Sugiharti (Jakarta)
(a) Sugiyo Prayitno + Emi = Egi, Gandhes
(b) Dyah Setyowati + Ganang + Budi Prasetyo Umbaran
Dyah Setyowati + Nn = Ade
(c) Dewi Kurniasih + Nn = Dimas Wahyu Pratama
(d) Totok Sugiharto + Eni = Adit
(5) Tini (Jl.Pramuka Jakarta)
      (a) R. Parianom
(6) Emi Suaemi (Tangerang)
      (a) R. Tirta Raksa Kusuma (Toto)
      (b) R. Dwi Jayanti + Wawan Kurniawan


b. Sasi (Suwarsih) + Tarso (Ancol Jakarta)
(1) Ruyati + Mad Komar (Comal)
-  Anak = Soleha + Kasihan, Maryati + Pendi, Rohadi, Jariyah, Siswati, Tuti, Sri.
-  Cucu = Evan, Kus, Rani, Kiki, Angga ......

c. Darsiyem

d. Tayu + Subari (Sumatera) = Muayah, Mujinah, Laki2.

(Alamat mboten jelas kesah sampun setengah abad-an (50 th-an). kawiwit kesah dateng Sumatera taksih jaman tamukipun DI lan TII. Pawongan sintena ingkang mangertosi papan dunungipun sederek Tayu + Subari, dalah putra wayahipun, tuwin ahli waris saking Tayu + Subari, kawula aturi paring pawarta dhumateng redaksi punika. Kawulawarga taksih ngrantu pawartinipun)


(Alamat tidak jelas. Posisi sekarang, keluarga yang di Comal tidak ada yang tahu, sebab Tayu + Subari meninggalkan Desa Sarwodadi Kasowetan sekitar tahun 1951.an. sebelum pecahnya DI dan TII. Kabar terakhir di tahun 1965 Tayu masih kontak surat dengan keluarga Comal bahkan sering kirim paket untuk plunannya (ke anaknya Kartini). Diketahui berita terakhir berada di BALARAJA, RAJABASA, SUMATERA. Tepatnya tidak diketahui.

Akan tetapi kami yakin, baik anak, cucu, atau ahli waris dari Tayu binti Singodikromo + Subari masih ada. Jika mengetahui atau membaca tulisan ini segera saja menghubungi penulis (cicit kemenakan buyut Tayu).

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 1965-an anak-anak dari Tayu binti Singodikromo pisah mencari kehidupan sendiri-sendiri. Dan mulai saat itulah hilang berita sampai sekarang dan putus komunikasi. Setengah abad lebih (62 tahun) Tayu binti Singodikromo meninggalkan desa dan kini tidak ada kabar beritanya.

Sebagai ciri-ciri, saat itu anak-anak Tayu binti Singodikromo, Muayah dan Mujinah berambut ngriwil/bergelombang kerap dengan kulit kuning bersih. Dahulu sewaktu di Sarwodadi Kasowetan rumahnya ada di Prapatan Dukuh Kasowetan (utara jalan timur jalan, tepatnya pojokan). Ada informasi tambahan: menantu dari Tayu binti Singodikromo ada yang menjadi dokter. Anak dari Tayu ada yang menjadi angkatan. Hanya tambahan informasi ini saja yang bisa disampaikan (kumpulkasn). Untuk alamat yang bisa disampaikan di sini cuma Balaraja, Rajabasa, Sumatera.

Bila ada pembaca yang mengetahui keberadaannya, hidup dan/atau meninggal dunia, atau mengetahui ahli warisnya dari Tayu binti Singodikromo + Subari, tolong di informasikan ke alamat ini. Informasi dan kedatangan Tayu binti Singodikromo + Subari dan/atau ahli warisnya tetap kami tunggu:
di Sarwodadi: Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 No.120 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52353 Jawa Tengah atau langsung ke email: lukmanprabowo69@yahoo.co.id


e. Kartini (Sutini) + Djuri (Comal)
(1) Hj. Tayumi Nurjanah + Harits Suwaryo (Suto) (Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52353 Jawa Tengah)
(a) Kustajianto
(b) Abdul Lukman Prabowo + Noimah WR, SPd.I.
(c) Slamet Supriyanto, SSi. + Tati Setyowati (Bogor) = Fina, Askah, Fakih.
(d) Krismiyanti, AMdKom.AMdPd.

f. Darsono

g. HR. Nasrikin/Muhammad Nawen/Kancil + Marsinem (Pontianak)
(1) Sri Naryati, SE. + Tri Riyadi
(2) Drs. Edi Naryanto, MBA. + Syahliati
(3) Endah Muhardi + Nurlaela
(4) Melli Widiastuti + Roni Devi Diyanto, SH.
(5) Hermin Setio Nugroho, ST.
(6) Rita Saptaningrum

h. Sumiyati (Sumiah) + Mardjani (Batan Miroto I Pekunden Nomor 496.P Semarang Barat, Jawa Tengah)
(1) Dra. Dyah Sumaryanti + Nursanto = Diki Markasanjaya, Dikna Novitasari
(2) Sigit Hermoyo + Bekti = Riyan Bagus Pranata, Dimas .......
(3) Drs. Untung Prabowo + Turmeda Laela = Andika Puspita .......
(4) Agung Sri Mulyanto + Nurul Jaemah = Anjas Eko Prasetyo
(5) Sunu Setiawan + Aliyah = Sadewa Agung Samudra
(6) Pertiwi Hestiningrum, AMd. + Musriyanto = Vincent

2. Sarmah + Siyar
          -  Anak = Aryu (Gintung), Astono (Gintung)
          -  Cucu = Suparti, Suharno, Suharto, Hj.Suwarsi (Semarang), Hj.Suharti + Kartono (Gintung) = 
             (Eko, Tati, Tri Hanura, Sus, Bowo), Suharjo (Semarang), Yitno, Warsi. -----

3. Tarmad (Citro Atmodjo) + Tarminah
a. Ir. Sutami (Pemalang/Bogor)
b. -------

4. Cariban + Warem
a. Wasri + Murtono
Wasri + Mijan = Goler Tarjono, Damuah, Triwaluyo (Tiwul)
b. Kartiyah
c. Susah + Tulus = Ratno, Wanto Sadul
d. Tarmini








Kangdjeng Sjekh Lanna V
Kangdjeng Sjekh Lanna VI
Kangdjeng Sjekh Lanna VII

(bit kawit)

Sjekh Lanna

  1. H. Blongkot Andoerrakhman (Bapak Kadji) + Hj. Tarjoemi
  2. Taniman (x)
  3. Tarwidjan + Darsijem
  1. Calam
  2. Wanisem

  • Warsinah + Ta’id
  1. Durmat = Maryoto, Surati, Endang
  2. Yitno (Gintung)
  3. Soyo
  4. Carub Aryanto + Harniti (Iti) = Puji Astuti, Asih, Rini, Noni, Seno, Welas

  • Gosih + Sarmad
  1. Warbi + Tarno = Juriyah + Tahuri, Sumirah, Jatneng, Yitno, Suwiryo, Wunipah
  2. Dirin
  3. Caumi
  4. Wasri

  • Kasman + Dewi
  1. Penjol
  2. Tasumi
  3. Tanwi
  4. Siti

  • Taruni + Taban
  1. Sunarto + Sumiati (Cobra Jaya) = Toni dsb
  2. Suwarno + Yati = Eni Setyani (Tya), Dina
  3. Warnap
  4. Tarsini

  1. Sirat/Sirak
  2. Kesut/Tarmi
  • Sugi
  • Sicar
  • Trinil dsb

  1. Sumi + Arjo
  2. Danu (Susukan)
  3. Sarmadji (Kaso lor) = Ruyati
  4. Madri

Nyuwun gunging pangaksami, sedaya kritik dalah saran kanthi sanget kawula ranthi rina wengi kagem njangkepi data punika. Kawula tengga saestu. Nuwun.

Abdul Lukman Prabowo
Jalan Pelita 2 Sarwodadi Kasowetan RT.011 RW.002 No.120
Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang 52363 Jawa Tengah.
email: lukmanprabowo69@yahoo.co.id