Senin, 21 Oktober 2013

Karangasem Tanam Padi, Pelanggaran




Walau musim pelanggaran, petani Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tetap eksis bertanam padi dengan pengairan dari irigasi Bendungan Sokowati. 
(foto: look/Dialog).

Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Menurut kepala BMKG Tegal, Nurjaman, untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten/Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, pada Oktober ini sudah masuk musim pancaroba. Yang semula hujan diperkirakan turun awal Oktober mundur ke pertengahan November depan, hal ini oleh karena pengaruh siklon tropis. Hampir rata, untuk wilayah Pantura tersebut mengalami kekeringan dan kekurangan air.
“Agar semua pihak menghemat dalam pemakaian air yang tidak perlu,” ujar Nurjaman.
Walaupun musim tanam padi Oktober tahun 2013 ini adalah pelanggaran musim tanam, karena di sana sini sawah kering kerontang. Namun bagi petani Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bukan halangan. Mereka tetap eksis menanam padi tanpa ada ketakutan kekurangan air. Pada kenyataan di lapangan air meruah.
Menurut Heri Kisnanto, Kepala Desa Karangasem periode ke-2 ini menjabarkan, “Petani serempak telah tanam sejak satu bulan yang lalu.” Pengairan sawah dilakukan dengan irigasi dari Bendungan atau Pintu Sokowati Pemalang. Petani tidak masalah dengan musim kemarau panjang yang melanda wilayah Pantura sehingga pada gagal panen di tempat lain.
 “Seratus hektar lebih sawah secara serentak tanam, satu bulan yang lalu,” ujar Mas Heri panggilan akrab. Kendala secara umum seperti serangan hama tikus masih bisa di atasi dengan grebeg secara kontinue hingga panen tiba.
Karangasem panen padi tiga kali dalam satu tahun karena tidak mengandalkan air tadah hujan, melainkan dengan irigasi Pintu Sokowati. Musim panen sebelumnya, menurut Mas Heri, termasuk sukses luar biasa, keluar 6 ton lebih gabah kering, dengan nilai tebas padi di sawah 21-24 juta per hektar. (look)

Pisang Berbuah Ganda



Pisang Berbuah Ganda. Fenomena alam bisa datang kapan saja, dimana saja dan dalam bentuk apa saja. Seperti yang terjadi di Dukuh Sukosari, Desa Sukorejo RT.014 RW.007 No.408 Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalonagn, Jawa Tengah, pohon Pisang Rajanangka milik Syarif (58) berbuah ganda dan ukuran sempurna. Bahkan, kata Syarif, sudah ada yang nawar membeli tapi belum dilepas oleh Syarif suami Wajem bapak dari lima anak, pemilik pohon unik tersebut. (foto: look/Dialog)

Senin, 14 Oktober 2013

Newsletter Metal Pantura #2

Newsletter
METAL PANTURA
Paguyuban Lapak Metal Pantura

( edisi #2 )
( Agustus 2013 )

Dari Abdullah bin ‘Amr Ra, ia berkata; “Rasulullah SAW bersabda: Berpuasalah tiga hari pada setiap bulan sama dengan sepanjang tahun.” (HR. Bukhari – Muslim)


Support your local metal scene:

LAKI-LAKI DAN ONGKOS TRANSPORTASI YANG TAK TERBELI

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Salam superrr...

Alhamdulillah, kita memasuki edisi kedua dan atas nama Paguyuban Lapak Metal Pantura mengucapkan Selamat Idul Fitri 1413 H. Mohon maaf lahir batin, taqobbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakun. Dirgahayu Indonesia...

M E R D E K A . . . ! ! !

Pada edisi lalu dibahas mengenai 3 kelompok dalam scene metal di Pantura secara umum. Sekali lagi kita sampaikan bahwa pembahasan tersebut bukan bermaksud mengelompokan atau menghakimi personal maupun kelompok tertentu. Ini hanya sebuah analisa dan opini. Dari sini kita mengajak teman-teman untuk bersama-sama memajukan scene metal sesuai dengan apa yang kita bisa.
Jika kita bertanya, “Pernahkan temen-temen naik truk atau trailer dalam perjalanan (pulang/pergi) nonton acara?” pasti dijawab serempak, “Pernaaah!!!”
Lalu ditanya, “Kenapa?” maka ada variasi jawaban. Pertama, karena alasan ekonomi. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena ongkos transportasi tidak terjangkau. Kedua, karena naik truk atau trailer akan tampak lebih jantan sebagai lelaki. Maklum jiwa muda. Dan lain-lain alasan.
Selama kurang leb ih belasan tahun lamanya, rame-rame naik truk atau trailer untuk nonton acara menjadi alternatif utama transportasi. Banyak kenangan pahit, manis dan kebersamaan disitu.
Sangat disayangkan, tragaedi tahun lalu sekelompok baju hitam berusia belasan tahun melempari truk dengan batu, karena truk yang distop tidak mau berhenti untuk memberi tumpangan.
Metalheads bukan kriminal kawan, bukan binatang buas yang selalu memburu musuh. Metalheads punya etika.
Peristiwa itu terjadi dua tahun yang lalu ketika temen-temen mau pulang, lalu truk tidak mau berhenti akhirnya dilempari batu. Tanpa disadari, kemudian truk tersebut lajunya diarahkan ke kantor polisi terdekat dan melaporkan kejadian yang barusan dialami. Aparat keamanan pun langsung bertindak mendatangi lokasi acara dan membubarkan acara dengan paksa.
Ini terjadi saat menjelang sore di wilayah Jrakah Payung, Batang 24 April 2011, ketika acara Lembah Hitam #2 adalah sebuah insiden sebelum acara selesai.
Siapa yang dirugikan?
Jawabnya pasti pihak panitia yang dirugikan. Merembet ke pihak Metalheads lainnya yang ingin menikmati acara tersebut.
“Kawan, apakah mereka tidak berfikir dampaknnya sebelum berbuat? Lalu siapa lagi yang dirugikan?”
Imbas pahit akhirnya menimpa Metalheads di wilayah Pantura, seperti sulitnya perijinan dalam membuat acara. Dan mengimbas juga, ke fenomena atau tuduhan adanya temen-temen yang tidak tertib berlalu lintas, diantaranya suka naik truk atau trailer, nongkrong di pinggir jalan, suka rame-rame di lampu merah, ngamen dan nunggu tumpangan gratis.
Scene Metal Pantura benar-benar tercoreng mukanya oleh ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya kerugian pun dialami secara kolektif atau berjamaah seperti ini. Kita tidak bisa lagi mengapresiasikan bentuk kecintaan terhadap musik, band dan temen-temen distro tidak bisa memasarkan merchandise dari temen-temen kita di lokasi acara. Secara global tidak bisa menikmati musik secara live.
Oleh karena itu melalui Newsletter ini kami mengajak bersama-sama menjaga eksistensi dan menjaga ketertiban sehingga kejadian senada tidak akan terulang lagi.
Perlu direnungkan bahwa memperbaiki citra baik membutuhkan waktu lama, nyaris aparat keamanan dan masyarakat pun menilai buruk tentang kita. Manusia tiada yang sempurna, punya kesalahan dan sebaik-baik manusia adalah yang berani mengakui kesalahan lalu meminta maaf dengan segera. Dan berani mengubah sikap.
Mari kita bangun suasana damai dan tertib.
Metalheads adalah pejuang bukan perusuh. Renungkan dan lakukan perubahan. Berfikir dulu sebelum bertindak.
Terakhir. Kami ucapkan terimakasih dan beribu-ribu mohon maaf kepada semua pihak yang terkait jika tulisan ini di kemudian hari menjadi mudhorot, sebetulnya, hal ini adalah sekedar ajakan untuk bareng-bareng bersikap baik pada orang lain (karnyenak tyasing sesami tuwin leladi sesamining dumadi).
Saalam Damai....!!!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(disalin dan diedit oleh bengkel seni PANDU member of art ambassador Pemalang City (loOk) dari Newsletter (bulletin) Metal Pantura by Paguyuban Lapak Metal Pantura)

Wayangan, Hari Jadi SMP Negeri 03 Comal


Pemalang, hariandialog.com/Dialog – SMP Negeri 03 Comal, yang beralamat di Jalan Pelita 1 Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hari jadi yang ke-28 jatuh pada bulan Nopember nanti (21/11) akan dimeriahkan dengan kesenian tradisional wayang golek semalam suntuk oleh Ki Dalang Wahidin dari Batang.
Usia 28 tahun atau 336 bulan ibarat buah lagi ranum-ranumnya, maka hari jadi kali ini benar-benar akan dimeriahkan oleh pihak sekolah, “Baru kali ini hari jadi SMP Negeri 03 Comal diselenggarakan dengan meriah,” ujar Kepala Sekolah Sejo Budi Raharjo belum lama ini.
Selain acara wayangan sebagai acara puncak, sebelumnya juga diadakan berbagai lomba antar siswa dan pemberian santunan ke masyarakat sekitar sebagai bhakti sosial. “Kami ingin memperkenalkan sekolah ini meluas keluar agar lebih dekat dengan masyarakat,” lanjut Mas Sujo panggilan akrab Kepala Sekolah.
Selama ini anak didik SMP Negeri 03 Comal banyak memperoleh prestasi yang patut dibanggakan di tingkat kabupaten. Dalam tahun ini, diantaranya sebagai Juara I MTQ tingkat Kabupaten, Juara I Basket tingkat Kabupaten dan Juara Liga Bintang Pelajar tingkat Kabupaten.
Semula akan diadakan Khitanan Masal peserta dari masyarakat sekitar sekolahan. Akan tetapi, bertepatan dengan bulan Muharan (Nopember) saat hari jadi (HUT) nanti, kegiatan sunatan masal dibatalkan. Untuk adat Jawa di bulan Muharam tidak baik digunakan untuk kegiatan khajatan seperti khitanan, pernikahan dan sebagainya, “Oleh karena itu khitanan masal diganti dengan pemberian santunan,” tanda Mas Sejo pada Dialog.
Dana kegiatan diperoleh dari swadaya, santunan para alumni SMP Negeri 03 Comal yang sudah mapan dan sukses, Guru dan Staf Tata Usaha dan dermawan yang tidak mengikat. Dengan adanya hari jadi yang dibuat secara rahat dan meriah dapat menarik simpati alumni yang belum bergabung, agar mau bergabung untuk kemajuan SMP Negeri 03 Comal.

Kegiatan ini diharapkan bisa memacu spirit belajar anak didik untuk lebih berprestasi. Dan kualitas sekolah yang memiliki 914 anak didik ini akan lebih maju dari sebelumnya, tukas mas Sejo. (look)

Propov Jateng 2017 Kota Tegal Siap Juara Umum

Tegal, hariandialog.com/Dialog – Pekan Olah Raga Provinsi (Propov) Jawa Tengah yang XV tahun 2017 nanti Kota Tegal kejatuhan sampur sebagai tuan rumah. Dan sekaligus Kota Tegal menarget menjadi juara umum.
Penunjukan ini bersamaan dengan penutupan Propov Jateng XIV kemarin (12/10) di Banyumas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko. Penetapan Kota Tegal sebagai tuan rumah mendatang ditandai dengan penyerahan bendera Propov Jateng dan Surat Keputusan (SK) oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah kepada Wali Kota Tegal, Ikmal Ilyas, yang didampingi Ketua KONI Tegal Hartono Santoso.
“Pembangunan sarana prasarana olahraga untuk kegiatan Propov Jateng 2017 akan segera dibangun,” ujar Ikmal. Ditargetkan pula pembangunan prasarana tersebut selesai total di tahun 2016.
Target sebagai juara umum bukan tidak mendasar. Kemarin di Banyumas yang semula ditarget masuk 10 besar malah menduduki peringkat 5 dari 21 cabang olahraga yang diikutkan, dari 42 cabang yang dilombakan pada Propov Jateng XIV.
Propov Jateng XIII yang terdahulu Kota Tegal cuma meraih peringkat 24 pada tahun 2009 yang diselenggarakan di Solo.
“Ini capaian prestasi luar biasa memperoleh peringkat lima,” tandas Ikmal. Sebab selama ini kontingen dari Kota Tegal selalu berada di posisi bawah.

Dalam waktu dekat ini akan dilakukan konsolidasi untuk program empat tahun ke depan. Selain melakukan evaluasi dan konsolidasi dengan seluruh atlet termasuk pelatih, semua akan dipersiapkan sejak awal. “Prestasi terbaik di bidang olah raga tidak datang dengan tiba-tiba,” ujar Hartono, Ketua KONI. (look)

Jumat, 11 Oktober 2013

Pantai Muara Sipe Ketapang Ulujami Nan Asri

Wisata Bahari yang Terlupakan

Pantai Muara Sipe Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, merupakan aset wisata bahari Desa Ketapang yang belum dieksploitasi (diperdayakan) secara maksimal. Namun pengunjung sudah banyak apalagi pada hari-hari tertentu.

Tampak foto di bawah ini begitu indah matahari terbenam dan barisan cemara yang begitu asri. (look)






Yang hoby mancing silahkan datang di sore hari sambil menikmati panorama sunset dan perahu melabuh.






Mbah Dion, penjaga Muara Sipe Ketapang (tengah)







Pemalang, UMK Naik 96,54%


Pemalang, hariandialog.com/Dialog -  Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pemalang, Jawa Tengah, tahun 2013 naik menjadi Rp.1.066.000,-  dan telah disepakati Dewan Pengupahan Daerah (DPD) baru-baru ini yang digelar rapat di hotel The Winner Pemalang.
Kepala Dinas Sosial Tenga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sultanto selaku Kepala Dewan Pengupahan memimpin langsung rapat tertutup yang dihadiri kepala Kantor Statistik dan kepala Bidang Hubungan Industrial Syarat Kerja dan Pengawasan Dinsosnakertrans.
Hadir pula kepala Seksi Kesejahteraan Kerja dan Bina Jamsostek pada Bidang Hubungan Industrial Syarat Kerja dan Bina Jamsostek pada Bidang Hubungan Industrial Syarat Kerja dan Pengawasan Dinsosnakertraans. Ketua STIE Asholeh dari unsur akademi. Tampak pula Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Ketua DPC Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Sekretaris DPC Persatuan Buruh Demokrasi Indonesia (PBDI) dan Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pemalang.
“Rapat pembahasan UMK sangat demokratis dan hasil kesepakatan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan UMK sangat baik, ada kenaikan besaran UMK-nya,” ujar Sultanto.
Pembahasan ini sebelumnya berjalan alot oleh karena salah satu Dewan Pengupahan yakni ketua DPC SPN Kabupaten Pemalang Abdul Goni tidak menyetujui dengan kesepatan penentuan angka KHL dan UMK tersebut di atas. “Angka KHL dan UMK belum sesuai tuntutan pekerja,” ujarnya. Goni menginginkan agar KHL yang digunakan untuk penentuan UMK adalah sebesar Rp.1.235.031,28.
Angka yang menjadi kesepakatan DPD adalah besaran KHL Rp.1.104.244,27 dan UMK menjadi Rp.1.066.000. tingkat capaiannya sebesar 96,54 persen. Selanjutnya besaran KHL dan UMK hasil rapat akan diusulkan kepada Pemkab untuk mendapat persetujuan bupati. (look)