Rabu, 19 Maret 2014

Slamet Siaga, Warga Comal Tetap Tenang



Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Status Gunung Slamet kini menjadi waspada dari normal, terhitung sejak 10 Maret 2014 pukul 21.00 WIB, bagi warga masyarakat Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dan sekitarnya tetap tenang dan beraktifitas seperti biasa. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Peningkatan kegempaan dari pada aktivitas Slamet tersebut berada di lima kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.
Akan tetapi warga Comal sudah terbiasa menghadapi sesuatu atau bencana yang datangnya tak terduga seperti banjir belum lama ini terjadi, longsor dan sebagainya. Sedangkan getaran gempa yang diciptakan oleh Slamet di wilayah Comal tidak terasa, walau di daerah lain terasa kuat terutama yang radius 2 kilometer dari puncak atau kawah gunung sebagai wilayah ancaman aktifitas Slamet.
“Mental masyarakat sudah terbentuk kebal sejak dini,” ujar Ali Sodikin, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Peduli Tiga Pilar (Gempitar) Kabupaten Pemalang.
Kesiapan mental ini terbentuk oleh sistem imun moral secara alamiah, karena situasi dan kondisi telah menggemblengnya, lanjut Ali, apalagi ada sebuah penjelasan dari Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana, meskipun Gunung Slamet beberapa kali mengeluarkan gempa, masyarakat tidak perlu panik. Statusnya masih di waspada level II dan dalam historisnya Gunung Slamet tidak pernah meletus secara besar.
Slamet (3.432 meter dpl/dari permukaan laut) adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan nomor dua di Pulau Jawa setelah Semeru (3.676 m dpl), yang dimitoskan bisa menenggelamkan Jawa Tengah alias pulau Jawa akan terbeleh menjadi dua, tetapi warga Comal tidak terpengaruh prediksi tersebut.
Sedangkan pesan singkat yang beredar yang sifatnya menakut-nakuti atau meresahkan sudah tidak mempan bagi warga Comal dan sekitarnya, tandas Ali.
Terkini ada pesan singkat via Telkomsel isinya, jika terjadi bencana dan membutuhkan bantuan logistik, peralatan, kesehatan dan evakuasi dapat mengubungi nomor BPBD Kabupaten Pemalang 0284-321150 atas nama pengirin BPBD Jawa Tengah. (look)

Pilih PNS Daripada Nyaleg



Brebes, hariandialog.com/Dialog – Ada dua Calon Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) lima Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengundurkan diri dari bursa Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 nanti.

Keduanya mengundurkan diri karena telah lolos dalam test seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Dua (K2) kemarin dan diputuskan untuk memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja setelah di terima.

Kedua caleg yang mengundurkan diri tersebut adalah Gatot Teguh Syaputro nomor urut empat, dan Januari nomer urut lima, dari Dapil lima, mencakup Kecamatan Tanjung, Losari dan Kersana.

Berdasarkan surat edaran KPU RI No. 824/KPU/XII/2013, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberitahukan kepada KPPS Dapil 5, agar diumumkan bahwa kedua caleg itu telah mengundurkan diri. Dalam hal ini KPU tidak bisa mencoret nama caleg yang mengundurkan diri dari surat suara.

Kedua nama itu tetap tercantum di surat suara, akan tetapi jika ada suara yang memilih mereka, maka poinnya akan masuk ke partai.

“KPU akan memberitahukan kepada masyarakat pada saat pencoblosan,” ujar Komisioner KPUD Brebes, Masyukuri.

Karena kedua caleg telah mengundurkan diri apabila ada warga yang memilih, maka secara otomatis perolehan suara tersebut akan diserahkan ke parpolnya, lanjut Masyukuri pada acara ikrar damai partai peserta pemilu belum lama ini. (look)


Selasa, 18 Maret 2014

HAUL KE-55 WALI GENDHON KESESI










Haul ke-55 mbah Wali Gendhon (Muhammad Ashral) atau sering disebut Mbah Wali Gendhon di Desa Kauman, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akan diselenggarakan besuk tanggal 23 Maret 2014, hari Ahad Legi 21 Jumadil Ula 1435H. 

Acara dimulai pukul 07.00 WIB sampai selesai, diisi dengan pengajian umum dengan pembicara KH. Nurzain Ismail HS dari Batang. Pada hari itu juga akan dilaksanakan Kirab (Ta'aruf) Gunungan Polowijo dan Apem Kesesi yang merupakan makanan khas dan produk asli Kesesi. Tiga hari sebelum hari diadakan acara tawasulan siang malam.


Biografi lengkap bisa klik google, PANDU: MBAH WALI GENDHON KESESI

Selasa, 11 Maret 2014

Kandang Ayam Meresahkan Warga Kaliprahu



Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Peternak ayam potong (broiller) kemitraan di Desa Kaliprahu, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah meresahkan warga. Sekitar empat kandang ayam yang masing-masing kapasitas 10.000 ekor, dalam usahanya bermitra dengan sebuah Perseroan Terbatas (PT) atau perusahaan swasta.
“Warga sangat terganggu dan resah oleh kandang tersebut,” ujar Casroni, Kepala Desa Kaliprahu, baru-baru ini.
Hal ini sangat dirasakan dampaknya secara langsung oleh petani melati setempat saat panen memetik bunga. Selain itu, petani kebun melati yang lokasinya berdekatan dengan kandang ayam tersebut merasa kawatir akan timbulnya wabah penyakit dan bau busuk yang menyengat.
Dengan adanya bermunculan pelaku usaha di tempat tersebut, sama sekali kurang menguntungkan bagi warga. Oleh karena kondisi yang kurang kondusif ini, maka petani memprotes dan melakukan sebuah aksi menutup akses menuju lokasi peternakan, dengan cara memasang portal jalan.
Dampak dari penutupan akses (portal jalan) tersebut pelaku usaha peternakan ayam potong Desa Kaliprahu kebingungan oleh sebab mobil untuk mengangkut hasil panen tidak bisa lewat.
Diperoleh dari keterangan warga, bahwa kandang tersebut berdiri sudah satu tahunan, akan tetapi surat perijinan baru masuk ke desa tertanggal 6 Maret 2014 kemarin. Menurut informasi, konstribusi ke desa pun sama sekali tidak ada masukan, hal ini dibenarkan oleh Casroni selaku kepada desa setempat. Sampai berita ini diturunkan, mediasi antara petani melati dan peternak ayam belum ada titik temu. (kukuh)