Selasa, 11 Maret 2014

Batang Dapat Rp 19,5 M dari IMB PLTU



Batang, hariandialog.com/Dialog – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah, menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang di tahun 2013. Pada tahun 2012 PAD-nya 701 juta dan di tahun 2013 meningkat tajam capai 19,5 miliar.
Hal ini, oleh Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo menilai, berdampak pada lonjakan pendapatan yang luar biasa bagi Kabupaten Batang adanya proyek yang dimukai sejak bulan Oktober 2012 dengan taksir anggaran 35 triliun, akan menyuplai listrik sebesar 2000 megawatt.
Proyek pembangunan PLTU ini tetap akan dilanjutkan walau menuai berbagai kritik dari berbagai pihak, seperti organisasi lingkungan Greenpeace Indonesia dan warga setempat, terkait pembebasan lahan.
Dan proyek ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2014, sebab lahan yang sudah dibebaskan sudah mencapai 197 hektar, dan masih menunggu 29 hektar lagi yang belum diselesaikan karena mengalami berbagai polemik.
Menurut Yoyok, Pemkab Batang akan segera mengatasi hal tersebut, warga Batang kondusif, dan bisa menerima kedatangan investor, katanya.
Yoyok juga mengatakan, ada beberapa investor dari kota lain, Bogor, Bandung, Tangerang, dan Jakarta, yang akan merelokasi usahanya ke Kabupaten Batang. Bahkan dalam waktu tidak lama, ada juga perusahaan Garmen di Pemalang yang akan pindah ke Batang.
Menurut kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT), Sri Purwaningsih, PAD sebesar 19.5 miliar tersebut mayoritas berasal dari pajak Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) proyek PLTU Batang. Belum ditambah pemasukan lain yaitu perijinan usaha di sektor industri baru dan pendapatan dari perijinan lahan sisanya. (kukuh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar