Selasa, 11 Maret 2014

IPM Tegal Masih Rendah



Tegal, hariandialog.com/Dialog – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih rendah, berada diurutan ke-29 dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.
Untuk itu pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan harus maksimal, ujar Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono saat melepas 188 lulusan Universitas Terbuka (UT) Kabupaten Tegal Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT) Purwokerto, di Pendapa Ki Gede Sebayu, belum lama ini.
Salah satu upaya kualitas di bidang pendidikan adalah wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun di Kabupaten Tegal harus tuntas. Tidak boleh ada anak putus sekolah. Siswa yang sudah lulus SMP didorong untuk melanjutkan ke SMK bagi yang ingin bekerja dan SMA bagi yang ingin melanjutkan kuliah, lanjut Bupati yang juga seniman dalang nyentrik ini.
“Jika perlu wajib belajar 12 tahun dituntaskan. Kita menginginkan agar pelajar di Kabupaten Tegal memiliki ketrampilan sehingga setelah lulus bisa mandiri,” tandasnya.
Keberadaan UT di Kabupaten Tegal diharapkan bisa memudahkan masyarakat Tegal untuk memperoleh akses pendidikan tinggi. Terlebih bagi masyarakat yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan perguruan tinggi, lanjutnya, pada dasarnya menuntut ilmu di UT tidak membutuhkan waktu yang lama. Sistem belajarnya juga tidak setiap hari. Ini bisa dilakukan bagi masyarakat yang sudah bekerja. Sehingga bisa menjadi alternatif belajar di perguruan tinggi secara mandiri.
Ketua Mitra Kerja UPBJJ-UT Purwokerto Pengurus Daerah Kabupaten Tegal Kushartono mengatakan, jumlah mahasiswa yang dilepas kali ini sebanyak 188 orang. Terdiri 65 orang lulusan D2 Perpustakaan, 101 orang lulusan PGSD dan sisanya dari program study lainnya, dari beberapa Pokjar antara lain Pokjar Surodadi, Kramat, Lebaksiu dan Margasari. (sisono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar