Selasa, 04 Februari 2014

Jembatan Pintas Comal Ambrol


Jalan Pintas Comal Ambrol – Karena gerusan air Sungai Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang meluap baru-baru ini dan mengakibatkan banjir parah di lintasan sungai, jembatan alternatif yang dulunya adalah rel kereta api pengangkut tebu, yang menghubungkan Kecamatan Comal dan Kecamatan Ampelgading ini pun ditutup total karena ambrol tidak bisa dilewati. (kukuh/Dialog)

Papan Informasi Terlantar


Papan Informasi Terlantar. Sebuah papan informasi mengenai 39 jenis tanaman buah-buahan dan tanaman keras dari 286 pohon, menempati di atas lahan seluas 2.891m2, sangat penting dibutuhkan oleh setiap pengunjung Hutan Kota “Mataram” di Jalan Mataram, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sudah lama sobek (terlantar) tidak perhatikan. Padahal terbuat dari banner mmt tidak memakan biaya banyak jika diperbaruhi. Yang lebih memprihatinkan lagi, taman kota ini terletak di depan kantor Balai Kota Pekalongan, kenapa papan informasi sampai terlantar. Di musim banjir kali ini Taman Kota Mataram pun tidak luput dari genangan banjir. (kukuh)

60 Potret Kritik Pelayanan Publik

Pekalongan, hariandialog.com/Dialog – Enam puluh buah foto terpilih dipamerkan di lantai dasar Carrefour Pekalongan, Jawa Tengah, oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Pekalongan bekerja sama dengan Yayasan Penguatan Partisipasi Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (Yappika) Jakarta, Minggu (26/1) kemarin ditutup.
Foto yang merupakan potret pelayanan publik itu sebagian besar berisi kritik atas buramnya pelayanan publik di seluruh pelosok negeri ini.
Pameran foto yang dilaksanakan 23-26 Janurai 2014 ini yang didukung oleh The Asia Foundation telah dikemas dalam diskusi Potret Pelayanan Publik di Kota Pekalongan.
Pengurus Yappika, Yani mengatakan, Pekalongan dipilih menjadi tempat pameran foto dari 6 kota lain di Indonesia karena Pekalongan merupakan kota yang memiliki komitmen untuk meningkatkan pelayanan publiknya. Hal ini bisa dilihat dari adanya tempat perijinan terpadu, aturan standar pelayanan publik, dan mekanisme pelaporan pelayanan publik.
“Pameran ini semoga bisa memicu masyarakat untuk turut serta melaporkan kritik terkait pelayanan publiknya,” lanjut Yani.
Sebanyak 60 foto yang dipamer tersebut adalah hasil dari lomba yang diselenggarakan sejak Oktober tahun lalu, merupakan foto terpilih dari 1.443 foto yang dikirim oleh 404 peserta dari seluruh Indonesia.
Pameran foto pelayanan publik ini digelar pertama kali di Pekalongan. Selanjutnya akan menyusul di daerah lain seperti Solo, Sinjai, Kupang, Malang, dan Lampung. Pameran visual dibidik dengan alasan media gambar lebih efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Asisten I Slamet Hariyanto, mengungkapkan, Pemkot Pekalongan sudah berkomitmen dalam menyediakan layanan publik dan pelaporan pelayanan publik untuk masyarakat. Dengan terbentuknya KPID, masyarakat bisa melaporkan bentuk-bentuk penyimpangan pelayanan publik yang terjadi di pelayanan publik. (look)

Pemalang, Kerugian Banjir Rp. 6 Miliar

Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, belum lama ini mendatangi korban banjir di Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Yang didampingi Bupati Pemalang, Junaedi SH MM. Heru sempat berdialog dengan masyarakat di Aula Desa Tasikrejo.
“Bencana banjir ini juga harus disyukuri dengan sabar, sehingga mudah-mudahan segera berlalu dan bisa normal lagi dan ke depan kita diberi limpahan rejeki yang banyak,” kata Heru yang diamini warga.
Dampak bencana banjir di Pemalang antara lain 2.344 hektar padi usia 7-15 hari di 40 desa di 7 kecamatan terendam air. Imbasnya, petani merugi karena 3 hari lebih terendam tanaman padi menjadi mati.
Total kerugian tanaman padi dari 7 kecamatan; Kecamatan Pemalang, Kecamatan Petarukan, Kecamatan Comal, Kecamatan Taman, Kecamatan Ulujami, Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading mencapai Rp. 3.984.800.000,-. Untuk tambak bandeng dan udang, kerugian mencapai Rp.1.904.000.000,- lebih, dengan tenggelamnya 383 hektar tambak di 10 desa di Kecamatan Pemalang, Kecamatan Petarukan dan Kecamatan Ulujami. Sehingga jika ditotal dan dengan kerugian yang tidak tercatat mencapai enam milyar rupiah lebih.
Banjir di wilayah kota Pemalang juga membuat ratusan rumah tenggelam dan warga mengungsi. Banjir hari pertama (18/1) terdapat 357 jiwa mengungsi, terbagi di Kelurahan Sugihwaras 322 jiwa dan di Kelurahan Kebondalem 35 jiwa. Mereka ditampung di Aula Kelurahan Sugihwaras, Kebondalem, Kodim, SD Negeri 2 Tanjungsari.
Banjir tersebut mengakibatkan pula 3 rumah di Kelurharan Sugihwaras Pemalang roboh di RT.003 RW.001 dan RT.001 RW.001 adalah perumahan nelayan. Sugihwaras sendiri juga ada 245 rumah tergenang,
Di Kecamatan Ulujami; Desa Samong 195 rumah, Desa Tasikrejo 926 rumah dan Desa Kaliprau 126 rumah tergenang sampai hari ini belum surut total. Juga, tidak luput ada beberapa desa yang kena dampak banjir seperti Desa Limbangan, Desa Ketapang dan Desa Blendung.
Sedangkan korban jiwa sampai saat ini tercatat satu orang atas nama Fabio Linggar Patri (2) alamat Desa Kandang RT.003 RW.001 Kecamatan Comal akibat terperosok parit belakang rumah yang tergenang banjir. (look)

Jangan Panik, Tidak Akan Terjadi Tsunami

Pemalang  – Terjadi gempa berkekuatan 6,5 skala rihcter (sr) 145 km barat daya Kebumen, 8,8 lintang selatan, 1009 ujung timur, Jawa Tengah, kemarin Sabtu (25/1) pukul 12:14:20 WIB di tengah laut dengan kedalaman 48 km.
Goncangan ini terasa sekali di Pemalang dengan skala 2 sampai 3 getaran sampai 30 detik, dan masyarakat berhamburan ke luar rumah untuk menyelmatkan diri. Dikawatirkan rumahnya roboh..
“Bagaimana tidak panik. Baru saja diterpa banjir yang belum usai, tiba-tiba datang gempa. Jangan-jangan tsunami menyusul,” ujar penduduk pesisir Pantai Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Pemalang, yang tidk mau ditulis namanya.
Bahkan getaran gempa laut ini terasa sangat kuat sampai ke Bandung dan Jakarta. Bahkan ada satu bangunan Masjid At Taqwa di Desa Kranggan RT.005 RW.001, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, roboh.
Kepala kantor Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Nurjaman, menghimbau untuk eks Karesidenan Pekalongan (Kabupaten Brebes, Kab./Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kab./Kota Pekalongan, Kabupaten Batang) agar jangan kawatir. Meski gempa ini terasa kuat tidak akan terjadi tsunami di sini.
Yang bisa menimbulkan tsunami, lanjut Nurjaman, adalah gempa laut yang kedalaman kurang dari 37 km, kekuatan guncangan 6,5 sr, dan pergerakan lempeng yang vertikal.
Di Laut Jawa tidak ada lempengan jalur gempa tersebut. Kecuali di sepanjang Samudra Hindia banyak jalur patahan, dan suatu saat bisa terjadi gempa dan tsunami laut jika masuk kriteria kekuatan gempa dan kedalaman kurang dari 37 km.
Adapun gempa susulan dipastikan pasti ada. Akan tetapi kekuatannya lebih lemah dari sebelumnya, tandas Nurjaman.
“Yang paling penting, seluruh masyarakat pantai laut Jawa khususnya masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, jangan panik. Tidak akan terjadi tsunami di sini,” tegasnya. (look)

Pemalang Tingkatkan Investasi

Pemalang, hariandialog.com/Dialog – Belum lama ini Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, memperingati Hari Jadi yang ke-439 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD yang digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang, kemarin Jumat (24/1).
Dalam acara tersebut ditampilkan tari tradisional Jawa dan semua hadirin berpakaian adat jawa. Bupati Pemalang H Junaedi mengatakan, bahwa peringatan Hari Jadi tahun ini dilaksanakan dengan nuansa kesederhanaan yang penuh khidmat, tanpa mengurangi makna di dalamnya.
“Semua ini dikandung maksud agar momentum peringatan Hari Jadi ke-439 ini menjadi titik tolak bagi masyarakat Pemalang untuk terus menerapkan pola hidup sederhana dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.”
Terlebih lagi, dalam beberapa waktu terakhir, di sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang dan daerah lain di tanah air harus mengalami kesedihan mendalam akibat terkena bencana banjir. Dalam usia yang ke-439 ini, bupati juga mengajak untuk melihat ke belakang, mencermati dan mengevaluasi hal yang telah dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah di masa depan.
“Demi mencermati tingkat persaingan antar wilayah yang ketat, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatan kesejahteraan masyarakat, pemkab telah berupaya keras meningkatkan daya saing daerah,” lanjut Junaedi.
Ini dilakukan melalui pembangunan dan rehab sarana perhubungan, perdagangan, pemberian kemudahan dan fasilitasi bidang perizinan dan penanaman modal.
Dalam tahun 2013 lalu, perkembangan ekonomi telah bergerak ke arah yang positif. Berbagai jenis usaha ekonomi khususnya skala kecil dan menengah terlihat tumbuh di berbagai wilayah, kondisi ini merupakan pertanda positif meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Disinggungnya bahwa di tahun 2014 mendatang dimana tantangan yang dihadapi semakin berat dan beragam. Bupati mengambil tema pembangunan daerah tahun 2014 adalah terwujudnya derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat yang memadai dan terjangkau melalui penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan yang merata dan berkualitas sejalan dengan upaya peningkatan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan investasi dan pengembangan usaha kecil menengah menuju terciptanya perluasan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat. (sisono)

Gaji Komisioner Telat

Pekalongan, hariandialog.com/Dialog – A Mudasir SH, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengatakan bahwa DIPA tahun 2014 terlambat cair. Sedianya sudah cair jauh-jauh hari akan tetapi oleh karena pergantian tahun anggaran 2013-2014, hal ini menjadi mundur.
“Sebenarnya DIPA sudah ada, namun karena petunjuk penggunaannya belum ada jadi belum bisa digunakan,” kata Mudasir belum lama ini (26/1).
Ada beberapa pembiayaan untuk kegiatan yang digelar pada Januari 2014 tahun ini, terpaksa menggunakan dana seadanya dan beberapa kewajiban harus hutang. Seperti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Relawan Demokrasi (Relasi) dilaksanakan dengan fasilitas seadanya.
Untuk operasional Relasi pun demikian, berjalan tanpa support dana yang memadai. Relasi bekerja selama empat bulan mulai Januari hingga April 2014 nanti. Semestinya pada akhir Januari ini para Relasi sudah mendapatkan dana operasional.
“Teman-teman Relasi tidak mempermasalahkan perihal dana operasional, karena dari awal komitmen kami adalah relawan,” kata Relasi dari Segmen Masyarakat Marjinal, Nur Qoidah.
Qoidah menambahkan, sejak dilantik Relasi sudah bergerak dan menyusun jadwal sosialisasi. Beberapa sudah ada yang bergerak ke komunitas-komunitas. Sampai hari ini, pihaknya mengaku belum melakukan sosialisasi lantaran jadwal komunitas untuk mengadakan pertemuan belum sesuai.
Dijelaskan Mudasir, penutupan DIPA tahun 2013 menyebabkan keterlambatan pencairan DIPA tahun 2014. Keterlambatan DIPA itu terjadi di KPU Pusat dan berakibat pada KPU Daerah. Namun pihaknya menjamin dana itu akan diberikan kepada Relasi dalam waktu dekat ini. Mudasir juga meminta Relawan untuk tetap semangat dalam mengemban tugas.
Gaji komisioner juga telat, padahal sudah mendekati akhir bulan, tandas Mudasir. (kukuh)